Untuk Importir Bawang Putih, Ini Pesan Penting dari Kementan

FOTO: ISTIMEWA

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Kementerian Pertanian kembali meminta kepada para pemegang Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RPIH) segera merealisasikan importasi bawang putih. Pasalnya, jumlah impor yang masuk sampai dengan 19 Mei 2020 hanya cukup untuk stok 2,5 bulan ke depan.

Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto menegaskan dengan kebutuhan bawang putih per bulan yang mencapai 46-49 ribu ton, maka stock saat ini hanya untuk 2.5 bulan saja. “Jadi kami sampaikan kepada bapak dan ibu yang telah terbit Rekomendasi Impor Produk Hortikultura atau RIPH bawang putih, agar segera melakukan importasi dan tidak mengulur waktu. Kita tunjukkan solidaritas nasional dengan turut mengamankan pangan nasional di tengah pandemi Covid-19, salah satunya bawang putih yang cukup,” terangnya.

Anton-sapaannya- menjelaskan, sesuai Permentan 39/2019 bahwa wajib tanam dan wajib berproduksi dilaksanakan setelah RIPH terbit, dan luas tanam serta berproduksinya sesuai dengan pengajuan volume impor RIPH nya.

Terkait ini, dia meminta agar dilakukan langkah-langkah persiapan mulai dari seleksi calon benih, calon lahan, dan calon petaninya. Pihaknya memberi waktu satu tahun untuk menyelesaikan kewajibannya setelah RIPH terbit.

“Sebagai contoh, bagi RIPH yang terbit di bulan Maret 2020, harus menyelesaikan kewajibannya di bulan Maret 2021, demikian seterusnya. Kami juga mengingatkan tidak diperbolehkan tumpang tindih tanam antara satu pelaku usaha dengan pelaku usaha lainnya, lahan milik importir tidak boleh berbarengan dengan APBN” kata dia.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar