Waktu Rawan Desak-desakan

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR –-PSBB Makassar berakhir ini, seiring dengan beroperasinya mal dan pusat belanja. Desakan-desakan warga potensial terjadi.

Pemkot Makassar juga tak memperpanjang Pembatasan Sosial Bersakala Besar (PSBB), yang telah dilaksanakan selama dua kali dua pekan.

Selain warga Makassar, pusat perbelanjaan juga dikhawatirkan akan “diserbu” warga dari daerah. Menyusul telah longgarnya akses lalu lintas.
Di sisi lain, sebagian warga dari Kota Makassar juga diprediksi akan mudik ke daerah hari ini atau besok.

Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Yudhiawan Wibisono mengatakan ratusan personel tersebut akan menjaga di 12 titik. Khususnya di area banyak masyarakat beraktivitas. “Personel bertugas di pos pengamanan masing-masing,” katanya, Kamis, 21 Mei.

Seluruh personel diinstruksikan agar mengutamakan standar pengamanan demi mencegah penularan Covid-19. Hal itu mengacu pada sistem Operasi Aman Nusa II. Proses pemantauan hingga pengecekan kondisi kesehatan masyarakat akan diterapkan.

Apalagi, penerapan PSBB tahap kedua berakhir Jumat, 22 Mei hari ini. Artinya, masyarakat diprediksi akan banyak beraktivitas di lluar rumah utamanya melakukan kunjungan ke mal dan sejumlah pasar.

Untuk itu, pihak mal dan pasar juga diminta tetap mengikuti protokol kesehatan Covid-19. Selian itu, warga yang ingin masuk ke tempat tersebut diwajibkan mengenakan masker, cuci tangan, dan selalu menjaga jarak minimal satu meter setengah.

“Pengamanan jelang Lebaran tahun ini hampir sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Kami juga memantau aktivitas kendaraan jangan sampai ada kemacetan,” ungkapnya.

Jaga Mudik

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Ibrahim Tompo mengatakan pengetatan di setiap pintu keluar masuk berlaku untuk pencegahan masyarakat yang hendak mudik. “Pengamannya ketat. Karena setiap daerah ada pos pam,” katanya.

Untuk itu, ia berharap masyarakat menjaga kesehatan dan menghindari bepergian yang tidak begitu penting. “Kesehatan itu utama. Untuk itu kami berharap masyarakat bisa menahan diri untuk tidak mudik,” imbuhnya.

Protokol Id

Sejauh ini pemerintah tak membolehkan pelaksanaan salat Id di masjid maupun lapangan. Terutama di Makassar yang menjadi episentrum utama penyebaran Covid-19 di Sulsel.

Penjabat Wali Kota Makassar, Yusran Jusuf mengatakan, koordinasi dengan lurah dan camat serta tim gugus terus dilakukan. Ini untuk memastikan masjid mana saja yang akan gelar salat Id. Meski ada imbauan tak boleh, dikhawatirkan tetap ada yang melakukan.

“Kami sudah antisipasi sekiranya ada yang laksanakan di masjid. Pertama kita komunikasi dengan pihak pengurus masjidnya. Jika memang mau gelar salat Id, maka dilakukan sesuai protokol kesehatan,” ujarnya.

Tim gugus atau petugas gabungan akan disiagakan di masjid. Bahkan, rumah ibadah harus steril atau bersih sebelum jemaah datang. “Lalu petugas juga harus memastikan semua jemaah pakai masker dan diperiksa suhu tubuhnya,” terang dia.

Imbauan agar salat Id di rumah saja telah dilaksanakan dengan maksimal. Karena sifatnya hanya imbauan, Yusran pun tak bisa melarang jika memang ada warga yang ingin gelar salat Id di masjid.

“Kami juga sudah koordinasi dengan camat dan lurah. Dan terus dipantau masjid mana saja yang akan gelar salat Id. Ini agar petugas sudah siaga dan tim sudah siap saat akan turun langsung ke masjid lakukan pengawasan,” terang Yusran.

Camat dan lurah juga harus mampu memetakan lokasi masjid dan jumlah jemaah yang ada di area tersebut. Yusran juga memastikan agar tak terjadi percampuran jemaah dari wilayah yang berbeda.

“Artinya jika masjidnya di kompleks situ, maka jemaahnya harus berasal dari wilayah itu juga. Jadi kita juga bisa kontrol,” katanya.

Yusran juga yakin kapasitas masjid dan jumlah jemaah seimbang. Artinya tidak membeludak dan memaksa jemaah meluber dan berdesak-desakan. “Itu juga sudah kita perhitungkan. Dan jemaah juga diimbau bawa sajadah dari rumah karena masjid saat gelar salat Id tak boleh gelar karpet,” ungkap dia.

Pemudik Datang

Kemarin, sebanyak 95 warga dari Samarinda kembali berlabuh di Pelabuhan Nusantara, Parepare. Mereka akan mudik ke Pinrang, Sidrap, dan Enrekang.

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Parepare Halwatiah mengatakan setelah dilakukannya pengecekan ulang ke-95 warga ini sehat. Suhu tubuh normal.

Meski begitu, mereka tetap diminta agar melapor ke daerah masing-masing untuk menjalani karantina. Baik itu isolasi mandiri atau tinggal di tempat yang sebelumnya sudah disiapkan.

“Alhamdulilah, semuanya aman. Tetapi, kita sudah rekomendasi ke semua tim di daerah yang mereka tuju untuk dikawal,” ujar Plt Kadis Kesehatan Parepare ini.

Adapun ke-95 warga asal Samarinda ini tiba di Parepare dengan menumpang di kapal KM Queen Soya. Didominasi perempuan dan terbanyak dari warga Pinrang.

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pinrang Dyah Puspita Dewi mengatakan, sejauh ini sudah melakukan isolasi kepada warga yang baru datang. Rencananya akan digabung dengan ke-19 WNI yang sudah datang beberapa hari lalu.

“Kami isolasi di gedung Boarding School Aisyah. Alhamdulillah, ada kamar dengan fasilitas tempat tidur dan AC,” bebernya.

Kadis Kesehatan Pinrang ini, berharap warga bisa diajak kerja sama meski statusnya sehat. Namun, perlu adanya pemantauan demi berjaga-jaga jangan sampai ada gejala covid-19 dikemudian hari.

“Pastinya, semua warga yang mudik ini akan menjalani pemeriksaan dan senam serta berjemur,” ujarnya lagi.

Sejauh ini total yang sudah dinyatakan positif terjangkit virus korona di Parepare sebanyak 19 orang dan 13 orang di antaranya sudah sembuh. Tersisa 6 orang masih dirawat di RSUD Andi Makkasau dan di RS Sumantri.

Adapun di Pinrang yang dirawat di RSUD Pinrang tersisa 2 orang dimana 4 di antaranya sudah dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang. (*)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Redaksi

Comment

Loading...