Napi Narkoba Tewas Muntah Darah, Ternyata Mantan Perwira Korps Bhayangkara

ILUSTRASI

FAJAR.CO.ID, DENPASAR– Napi narkoba Lapas Kelas IIA Kerobokan I Wayan Sudarta, 58, tewas di RSUP Sanglah setelah mengalami muntah darah.

Kematian almarhum membuka fakta menarik. Almarhum ternyata mantan perwira pertama polisi berpangkat Iptu yang bertugas di Polda Bali.

Sudarta merupakan napi kasus narkoba. Eks polisi yang pernah bertugas di Satbhara Polda Bali itu tersandung narkoba.

Ia menyelundupkan sabu-sabu kepada seorang tahanan di rutan Polda Bali. Sudarta diadili dan diganjar lima tahun penjara pada 2018 lalu.

Namun, baru setengah jalan menjalani hukuman, pria asal Klungkung itu menghembuskan napas terakhir. Diketahui pada Sudarta muntah darah.

Kemudian Sudarta diantar teman selnya ke klinik lapas Lapas Kamis pagi sekitar pukul 09.00. Sudarta terus muntah darah. Tekanan darahnya 80/69 mmhg.

Tak hanya itu, kondisinya lemah dan tampak pucat. Karena kondisinya cukup parah, dokter klinik merujuk Sudarta ke RS Sanglah untuk mendapat perawatan intensif.

“Saat menjalani perawatan di RS Sanglah, kondisi yang bersangkutan semakin menurun dan dokter menyarankan rawat inap.

Namun, sekitar pukul 14.00 dokter menyatakan Sudarta sudah meninggal dunia,” jelas Humas Kanwil Kemenkumham Bali, I Putu Surya Darma, kemarin.

“Sudarta dinyatakan meninggal dengan diagnosa melena dan anemia. Selanjutnya, jenazah Sudarta diserahkan ke pihak keluarga untuk diupacarai,” imbuh Surya.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...