Salat Id di Rumah Masa Pandemi Covid-19, Apa Keistimewaannya?


Oleh: Abbas Baco Miro (Dosen FAI Unismuh Makassar)

Ibadah itu adalah pendekatan diri kepada Allah swt dengan melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya serta mengamalkan apa yang diperkenankan-Nya agar terwujud kemaslahatan diri dan orang lain di dunia maupun di akhirat. Pendekatan diri kepada Allah dapat diterima oleh-Nya jika ibadah itu dilakukan dengan niat ikhlas, khusyu’ tunduk dihadapan-Nya, hati yang kokoh dan sesuai dengan Rasul saw. Namun dalam pelaksanaan ibadah tertentu, seseorang mendapatkan nilai ibadah berbeda dibanding dengan yang lainnya.

Hal ini diakibatkan perbedaan tingkat kemaslahatan pelaksanaan ibadah tersebut. Misalnya salat jamaah di masjid dengan jumlah jamaah yang banyak itu lebih tinggi nilainya dibanding shalat jamaah di rumah dengan jumlah jamaah yang terbatas, dalam kondisi normal. Tetapi dalam kondisi tidak normal, justru salat jamaah di rumah lebih utama dibanding shalat jamaah di masjid.

Pada masa darurat pandemi Covid-19 ini, Sebagian kaum muslimin merasa bimbang, mana yang lebih utama; melaksanakan salat id di lapangan/mesjid atau di rumah.

Sehubungan dengan penjelasan tempat pelaksanaan salat Id, didapati dalam Riwayat Sahabat Abi Sa’id al-Khudri bahwa Rasulullah saw keluar ke lapangan tempat salat (muṣallā) pada hari Idulfitri dan Idul Adha, lalu hal pertama yang dilakukannya adalah salat, kemudian ia berangkat dan berdiri menghadap jamaah, sementara jamaah tetap duduk pada saf masing-masing, lalu Rasulullah menyampaikan wejangan, pesan, dan beberapa perintah … [HR. Bukhari]. Dari hadis ini menunjukkan bahwa asal salat ‘Idain dikerjakan di lapangan dua rakaat, sebelum khutbah, tanpa azan dan tanpa iqamat, serta tidak ada salat sunah sebelum maupun sesudahnya.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...