Salat Id di Rumah Masa Pandemi Covid-19, Apa Keistimewaannya?

Sabtu, 23 Mei 2020 09:59

Disebutkan oleh Imam al-Bukhārī, adalah hadis Nabi saw, “Haadza ‘Ieduna Ahlul Islam” (Ini adalah hari raya kita, pemeluk Islam), dengan lafal sedikit berbeda pada dua tempat lain, yaitu hadis nomor 909 dan 3716 dalam Sahih-nya. Meskipun sabab al-wurud hadis ini adalah masalah menyanyi di hari raya, namun al-Bukhari memegangi keumuman hadis ini, bahwa hari ‘Id itu adalah hari raya umat Islam yang dirayakan dengan salat ‘Id. sehingga orang yang tidak dapat mengerjakannya sebagaimana mestinya, yaitu di lapangan, dapat mengerjakannya di rumahnya. Al-Bukhari menyebutkan juga bahwa Sahabat Anas Ibn Malik mempraktikkan seperti ini di mana ia memerintahkan keluarganya untuk ikut bersamanya salat Id di rumah mereka di az-Zawiyah (kampung jauh di luar kota).

Dari keterangan di atas menunjukkan bahwa salat id itu dapat dilaksanakan di lapangan maupun di rumah. Dari sisi Kelebihan dari pelaksanaan salat id di lapangan/mesjid ialah dapat terkumpul jamaah dengan jumlah yang banyak sehingga syiar islam pun tampak, dimana jumlah jamaah yang banyak merupakan salah satu faktor pendukung yang dapat menigkatkan derajat salat. Selain itu dapat terjalin silaturahim secara langsung yang selama ini dibatasi.

Lain halnya dengan salat ‘Id di rumah dimana jumlah jamaahnya terbatas hanya pada anggota keluarga inti sehingga syiar Islam tidak begitu tampak, serta kesempatan bersilaturahim secara langsung dengan yang lain juga terbatas.

Bagikan berita ini:
1
7
7
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar