Salat Id di Rumah Masa Pandemi Covid-19, Apa Keistimewaannya?

Sabtu, 23 Mei 2020 09:59

Ketiga, bagi warga negara Muslim yang melaksanakan salat sunnah ‘id di rumah, selain ia dapat melaksanakan ketaatan agama yaitu shalat sunnah, juga dalam waktu yang sama telah mengimplementasikan firman Allah untuk menaati Ulil Amri dalam hal ini pemerintah dan ulama (lihat QS. An-Nisa’/4: 59). Sebagaimana diketahui pemerintah pusat dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan himbauan untuk salat ‘Ied di rumah masing-masing di masa pandemi ini. Menaati pemerintah dan ulama merupakan bentuk ibadah tersendiri yang layak mendapatkan pujian dan penghargaan dari Allah.

Terlebih khusus dengan warga muslim yang tergabung dalam organisasi masyarakat tertentu seperti Nahdatul Ulama (Surat Edaran PBNU Nomor 3953/C.I.034/04/2020), Muhammadiyah (Surat Edaran NO. 04/EDR/I.0/E/2020), Wahdah Islamiyah (Surat Edaran No. D.1870/IL/I/09/1441) dll, yang menghimbau umat Islam pada umumnya dan warga masing-masing untuk melaksanakan salat Id di rumah dalam kondisi darurat pandemi Covid-19. Dengan menaati himbauan tersebut berarti mengikuti garis kebijakan organisasi untuk berada dalam satu barisan yang kokoh seperti yang Allah perintahkan dalam QS. As-Shaff/61: 4 yang terjemahnya yaitu “Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh”.

Ringkasnya, syariat agama Islam bertujuan untuk memberikan rahmat kepada manusia, sehingga petunjuk-petunjuknya mengarahkan kepada kemaslahatan diri dan kepada orang lain. Asas dalam melaksanakan agama itu adalah memudahkan (al-taisir), dilaksanakan sesuai kemampuan, dan sesuai dengan sunah Nabi saw.

Bagikan berita ini:
4
2
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar