Sejak Penerbangan Terbatas Dibuka, Lonjakan Penumpang Diprediksi Hari Ini

Suasana penumpang pesawat di Bandara Sultan Hasanuddin, Jumat (22/05/2020)

FAJAR.CO.ID, MAROS – Memasuki H-2 jelang Idulfitri, calon penumpang di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin diprediksi melonjak dari hari biasanya.

Bahkan diperkirakan, calon penumpang untuk hari ini lebih dari seribu orang.

General Manager PT Angkasa Pura I, Wahyudi mengakui jika hari ini kondisi bandara cukup ramai dari hari biasanya.

Diakuinya meski tidak ada hal-hal yang terlalu signifikan, namun pergerakan penumpang mengalami lonjakan dibandingkan hari-hari sebelumnya atau sejak penerbangan terbatas ini dibuka 9 Mei lalu.

“Kemungkinan untuk hari ini bisa 1600 pergerakan penumpang yang melewati Bandara Internasional Sultan  Hassanuddin,” jelasnya.

Dia juga mengurai jika untuk rute penerbangan sendiri masih didominasi tujuan Jakarta, Surabaya, Kendari, dan ada tujuan Ternate untuk hari ini.

Sementara untuk pergerakan pesawat  untuk hari ini ada sekitar 25 penerbangan. Termasuk penerbangan kargo dan reguler.

“Hari ini ada 25 flight termasuk kargo yah. Tapi untuk yang reguler itu sekitar 6 flight,” lanjutnya.

Namun jika dibanding tahun sebelumnya, baik pergerakan pesawat maupun penumpang di Bandara Hasanuddin ini, mengalami penurunan hingga 95 persen.

Dimana dari data Otoritas Bandar Udara (Otban) wilayah V Makassar, terhitung 7 Mei hingga 21 Mei 2020, total penumpang yang datang dari berbagai daerah di Bandara Hasanuddin sekitar 3.383 atau 220 perhari.

“Beda tahun sebelumnya itu mencapai 13 ribu lebih kedatangan,”jelas Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah V Makassar, Baitul Ikhwan.

Sementara untuk data orang yang berangkat dari Bandara Hasanuddin sejauh ini, baru mencapai 5.996 atau 399 per hari.

“Jika dibanding tahun  sebelumnya itu mencapai lebih dari 10 ribu penumpang,” katanya.

Dijelaskan Baitul, sejauh ini, penerbangan komersil terbatas itu memang sangat ketat pelaksanaannya.

“Jadi memang hanya untuk mereka yang berhubungan dengan pekerjaan saja bukan untuk mudik. Paling banyak itu alasan karena sudah putus kontrak,” jelasnya.

Sejak pelayanan penerbangan komersil terbatas dibuka, pihak Bandara juga telah menyiapkan pelayanan rapid tes berbayar bagi calon penumpang sebagai syarat mutlak untuk mendapatkan tiket.

Dimana saat ini, sudah ada 5 orang calon penumpang yang reaktif.

“Ada lima orang calon penumpang yang hasil tes rapidnya di kita itu reaktif. Yah sudah pasti tidak akan bisa diberangkatkan. Jadi memang kita sangat ketat dalam melaksanakan penerbangan reguler ini,” jelasnya.

Diakuinya untuk penumpang didominasi oleh mereka yang putus hubungan kerja. Sehingga mereka harus pulang ke daerah masing-masing setelah putus kerja.(rin) 

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Redaksi

Comment

Loading...