Semua Kegiatan Rutin Hilang, Kami Rindu Melihat Jamaah Memenuhi Ka’bah

Salah seorang jemaah memandangi Ka'bah dari dari balik lubang. (Foto/dok)

FAJAR.CO.ID, MADINAH — Saudi Arabia terkhusus Madinah Al-Munawwarah, merupakan tempat yang selalu dirindukan oleh Ummat islam sedunia. Tempat ini setiap waktu selalu dipenuhi umat muslim untuk melaksanakan ibadah haji maupun umroh.

Namun kini, Qaddarallah di tahun ini terasa sangat berbeda dengan  tahun-tahun sebelumnya. Wabah yang meresahkan kaum muslimin tak terkecuali penduduk kota suci Makkah – Madinah harus berdiam diri dirumah saja.

Warga Sulsel Ahmad Nawir yang kini telah berada 6 tahun di Makkah, untuk menjalani study sebagai mahasiswa di Islamic University merasakan betul hal tersebut.

Ahmad bercerita, kini beberapa kegiatan yang rutin hilang. Tak ada lagi ritual ziarah ke makam Rasulullah dan para sahabatnya, tak ada sholat berjamaah dimesjid Nabawi dan tak ada juga ritual menikmati sajian buka puasa bersama dipelataran Mesjid.

“Yang lebih menyedihkan, ka’bah kosong kini kita tidak bisa menikmati pemandangan indah yang biasanya didatangi ribuan jama’ah umrah dri berbagai Negara,”ucapnya.

Ramadan kali ini, hanya para Imam, petugas dan pembersih mesjid yang bisa aktif melaksanakan ibadah di mesjid Nabawi. Saat ini pun keadaan masih di lockdown.

Pria kelahiran Pinrang, 05 Mei 1995 tersebut juga mengatakan jika kini cuaca Madinah lebih ekstrem. Selain pandemi, suhu disana mencapai 33⁰-43⁰ setiap harinya. Ditambah masa puasa yang lebih lama dibandingkn di Sulawesi Selatan. Perbedaannya yaitu 15 hingga 16 jam setiap harinya. Atau dimulai puasanya dari jam 04:10 -hingga 19:00.

“Namun disini penduduknya cukup sabar, mereka menjalankan hari-harinya dengan kesabaran dan ke iklasan sebagaimana yang di ajarkan Rasulullah SAW, semoga Allah segera mengangkat wabah ini dan menjadikn kita sebagai orang yang bertaqwa di sisinya,”tuturnya.

Yang membuat Ahmad kagum kepada negara Saudi Arabia terkhusus Madinah adalah sikap kepeduliannya. Ia sebagai pendatang dan mahasiswa sangat bersyukur atas perhatian dari pemerintah. Pasalnya selama lockdown Arab Saudi,  perhatian dan bimbingan tak putus-putus. 

“Alhamdulillah kami disini diperhatikan hak selaku mahasiswa dengan diberi beasiswa untuk beryahan hidup, terlebih lagi segi kesehatan,”ucap anak dari Nur Alam ini.(wis)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Redaksi

Comment

Loading...