2 Penggorok Adik Kandung di Bantaeng Dipersilakan Dibesuk di Kantor Polisi


FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Peristiwa pertumpahan darah di Kabupaten Bantaeng yang mengakibatkan Rosmini (18) tewas terbunuh oleh dua kakaknya sendiri, masih teringat hingga kini meski menjelang lebaran Idul Fitri 1441 Hijriyah.

Satu keluarga ditahan di Mapolres Bantaeng akibat mengamuk hingga Rosmini tewas digorok. Saat ini, semuanya masih mendekam di balik jeruji besi. Meski begitu, sanak keluarga lain, teman, bahkan tetangga sekalipun dipersilakan membesuk para tahanan jika berkenan.

“Boleh membesuk (para tahanan),” jelas Kapolres Bantaeng, AKBP Wawan Sumantri, Sabtu (23/5/2020).

Pemberian waktu dibesuk adalah hak bagi semua tahanan, dalam kasus apapun yang melilitnya. Meski satu keluarga itu ditahan, mereka tetap punya hak untuk dibesuk oleh siapa saja. Apalagi saat ini sudah menjelang Idul Fitri. 

Meski begitu, sembilan tahanan yang terdiri dari orang tua korban, saudara kandung, dan mertua tetap menjalani pemeriksaan. Jauh hari sebelum hari lebaran ini, penyidik telah memeriksa kejiwaan para pelaku. Sehingga aman bagi para pembesuk yang datang.

“Satu keluarga saat ini tidak ditemukan tanda dan gejala gangguan jiwa berat. Kecuali Anis (ibu korban), didapatkan tanda dan gejala episode depresi yang perlu diperiksa lebih lanjut,” tambah Wawan.

Anis adalah ibu kandung dari Rosmini yang tewas dibunuh. Setelah ia ditangkap, ibunya telah sadar bahwa anaknya itu telah tiada. Kasus yang terjadi pada Sabtu, (9/5/2020) ini masih terus didalami oleh penyidik Sat Reskrim Polres Bantaeng.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar