FH Unhas Bahas Kedaulatan Pangan Bersama Menteri Pertanian

Minggu, 24 Mei 2020 07:16

Dalam materinya, beliau menjelaskan Kementerian Pertanian telah mempersiapkan beberapa strategi khusus yang terbagi ke dalam beberapa tahap diantaranya agenda emergensi, agenda yang bersifat jangka menengah dan strategi jangka panjang untuk menangani masalah pangan selama pandemi Covid-19.

“Kondisi saat ini mampu merubah seluruh tatanan kehidupan yang mampu melampaui ekspektasi kita selama ini. Dunia berubah dan ini merupakan tantangan yang harus dijawab. Kementerian Pertanian akan mengerahkan seluruh kemampuan untuk menjawab tantangan tersebut,” jelas Syahrul.

Dalam menyikapi permasalahan pangan Indonesia selama masa pandemi, Kementerian Pertanian RI mengupayakan untuk mendorong dan mempercepat program bantuan sarana produksi seperti alat dan mesin pertanian, bibit maupun pupuk. Selain itu, mengupayakan adanya akselerasi produksi pertanian khususnya kegiatan padat karya serta mendorong kelancaran distribusi bahan pangan pokok.

“Perkiraan ketersediaan 11 bahan pangan pokok sampai dengan bulan juni 2020 tercukupi, walaupun beberapa komoditas masih impor seperti bawang putih, gula dan daging sapi. Khusus untuk ketersediaan beras, sampai dengan juni diperkirakan masih tersedia 6.841.525 ton, hal ini ditopang oleh panen raya padi pada bulan Mei 2020 yang masih berlangsung,” sambung Syahrul.

Bagikan berita ini:
4
7
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar