Mulai Bulan Depan, Masuk Malaysia Wajib Bayar Rp7 Juta untuk Biaya Karantina

WNI terdampak lockdown di Malaysia akan dipulangkan ke Sumatera Utara dari Pelabuhan Bandar Sri Junjungan Dumai di Dumai, Riau, Selasa (31/3). Foto: ANTARA/Aswaddy Hamid

FAJAR.CO.ID, KUALA LUMPUR–Dampak pandemi Covid-19, Malaysia memberlakukan aturan ketat. Semua orang yang memasuki Malaysia harus menanggung biaya karantina wajib dan menandatangani surat setuju untuk membayar. Tentunya sebelum dapat melakukan perjalanan ke Malaysia. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Senior Ismail Sabri Yaakob yang juga menjabat sebagai Menteri Pertahanan Malaysia.

Ismail Sabri mengatakan, dengan kebijakan terbaru, orang Malaysia akan membayar setengah dari biaya layanan karantina sementara warga asing, termasuk pasangan dan anggota keluarga warga negara Malaysia, harus menanggung biaya penuh. Biaya penuh sebesar RM 150 per hari atau sekitar Rp 500 ribu. Karantina selama 14 hari, berarti jika membayar penuh adalah RM 2.100 atau sekitar Rp 7 juta.

“Ini akan berlaku mulai 1 Juni karena Malaysia akan terus memberlakukan karantina wajib pada mereka yang kembali dari luar negeri untuk mencegah penyebaran Covid-19,” katanya pada jumpa pers hariannya seperti dilansir JawaPos.com dari SCMP, Sabtu (23/5).

Ismail Sabri mengatakan Dewan Keamanan Nasional telah memutuskan bahwa warga negara Malaysia akan membayar 50 persen dari biaya penuh RM 150. “Non-warga negara Malaysia, termasuk pasangan dan tanggungan warga negara Malaysia, harus membayar dalam jumlah penuh,” katanya.

Ismail Sabri mengatakan dewan juga telah memutuskan bahwa mereka yang ingin datang ke Malaysia harus menandatangani surat persetujuan, yang menyatakan persetujuan untuk menanggung biaya karantina.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Adi Mirsan


Comment

Loading...