Perwali Baru, Iman Hud: Pengawasan Kami Andalkan Satpol PP Perempuan 

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar telah mengganti metode dalam memerangi pandemi covid-19. Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) kini telah diganti dengan protokol kesehatan. 

Begitupun dengan Peraturan Wali Kota (Perwali) yang mengatur Standar Operasional Prosedur (SOP) PSBB, kini tak seketat dulu. Toko-toko non sembako pun dinyatakan bisa dibuka termasuk mal asalkan mematuhi standar kesehatan, dengan selalu menjaga jarak, pakai masker, dan tersedia alat cuci tangan. 

Menanggapi hal itu, Kasatpol PP Kota Makassar, Iman Hud mengatakan akan memberlakukan pendekatan berbeda dalam mengimbau masyarakat yang berada di tempat Keramaian. 

“Kita nanti lebih mengutamakan Satpol PP perempuan untuk mengimbau masyarakat, biar lebih humanis. Lebih sopan gitu,” kata Iman, Sabtu, (23/5/2020)

Menurut Iman, dengan adanya Perwali baru, semua yang dilakukan Satpol PP merujuk pada Perwali baru tersebut. Termasuk dalam penindakan warga yang melanggar. 

Lebih lanjut, kata Iman, Satpol PP nanti bertugas terhadap pengawasan pusat pusat Keramaian untuk melaksanakan protokol kesehatan. “Misalnya di pasar harus wajib pakai masker, di tempat umum, dan tempat tempat yang memungkinkan banyak orang datang,” ucapnya. 

“Sementara di mal Satpol PP itu bersama Dinas Kesehatan mendampingi petugas mal sendiri karena secara operasional mungkin ada beberapa yang tidak dipahami oleh orang mal,” sambungnya. 

Tak hanya itu, setiap beberapa saat anggota Saptol PP akan keliling ke dalam mal mengimbau untuk menjaga jarak. 

“Jadi tempat tempat yang diperbolehkan buka itu sudah banyak, yang penting jaga jarak yang jelas bagi para karyawan itu wajib menaati prosedural protokol kesehatan,” tuturnya. 

Bukan hanya toko toko besar dan mal, toko kecil pun harus menyediakan alat cuci tangan, imbuh Iman. (ikbal/fajar) 

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Redaksi

Comment

Loading...