Gawat, 10 Kecamatan dan Kelurahan di Surabaya Alami Kasus Tertinggi COvid-19

Senin, 25 Mei 2020 08:09
Belum ada gambar

PAKAI APD LENGKAP: Proses pemakaman korban Covid19 di TPU Keputih, Surabaya. (SURYANTO PUTRA MUJI/RADAR SURABAYA)

Informasinya, kata Agus, sepertinya mereka takut ikut tes cepat. Untuk itu, ia mengambil strategi lain dengan mengunjungi dari rumah ke rumah dalam pelaksanaan tes cepat tersebut.

Tak hanya itu, Agus mengakui saat proses mobilisasi warga ke rumah sakit untuk dilakukan isolasi pun juga demikian.

Meski tak banyak, ada saja warga yang menolak saat dirawat dan diisolasi ke rumah sakit.

Alasan mereka pun bervariatif, seperti ingin isolasi mandiri di rumah karena ada anak dan istri sendirian di rumah.

“Tapi akhirnya kami memobilisasi warga yang bersedia. Kemudian besoknya baru kita jelaskan orang-orang yang menolak itu akhirnya mereka mau,” katanya. (antara/jpnn)

Bagikan berita ini:
3
5
6
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar