Heist

Aidir Amin Daud

Oleh Aidir Amin Daud

Heist. Pencurian. Penjarahan. Perampokan. Mengisi waktu di rumah, saya menonton ulang film dua tahunan lalu: The Hurricane Heist, karya Rob Cohen. Menceritakan dua bersaudara Breeze dan Will- yang memiliki pengalaman menyedihkan kematian sang Ayah yang mencoba menyelamatkan keduanya dari badai. Skenario kemudian berpindah cerita, ketika bertahun-tahun kemudian Will menjadi seorang meteorolog dan sedang menganalisa badai besar yang akan kembali datang dan Breeze mantan tentara yang sekarang menjadi mekanik.

Di sisi lain, muncul sekelompok perampok berniat mencuri uang sebesar USD600 juta di sebuah tempat penyimpanan uang Departemen Keuangan Amerika dengan memanfaatkan momentum datangnya badai besar. Rencana perampokan berjalan baik, dan terhalang karena kode membuka ruang brangkas ternyata sudah diubah oleh agen federal Casey. Dan Casey pun bertemu dengan Will dan Breeze. Dan sebagaimana adegan film yang penuh aksi- ketiganya terlibat kejar-kejaran dengan para perampok.

Pesan yang ingin disampaikan film ini: kejahatan dilakukan dengan memanfaatkan momentum bencana, 'badai'. Ironisnya kawanan perampok (yang terdiri dari beberapa orang dalam) berkolaborasi untuk merampok dengan sherif dan bawahannya yang harusnya memimpin pengamanan kota, termasuk lokasi penyimpanan dan penghancuran uang milik Departemen Keuangan Amerika Serikat. Sesuatu yang biasanya diskenario dalam film (mungkin berdasarkan realitas yang ada), 'penjahat' biasanya orang yang tidak disangka-sangka.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Adi Mirsan

Comment

Loading...