Heist

Senin, 25 Mei 2020 08:33
Belum ada gambar

Aidir Amin Daud


Dibulan April– Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menilai selama ini Indonesia terlena dengan impor bahan baku obat-obatan dan alat kesehatan ketimbang memproduksi sendiri di dalam negeri. Karena hal tersebut, begitu terjadi pagebluk seperti virus korona, Indonesia mengalami ketergantungan dengan negera lain yang memiliki bahan baku dan alat kesehatan. Menurut Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga– Erick Thohir pun beranggapan selama ini ada mafia yang membuat Indonesia terus-menerus mengimpor bahan baku dan alat kesehatan.

Erick melihat mafia-mafia besar baik global dan lokal yang mungkin bergabung, yang akhirnya membuat bangsa Indonesia hanya sibuk berdagang, lupa memikirkan produksi. Ketika meninjau RS Pertmina– Erick dikutip media menyatakan,”Saya mohon maaf kalau menyinggung beberapa pihak. Janganlah negera kita yang besar ini selalu terjebak praktik-praktik yang kotor, sehingga alat kesehatan mesti impor, bahan baku mesti impor,” kata Erick.


Pekan lalu– kita melihat langsung bagaimana tayangan televisi melaporkan adanya penyimpangan penyaluran bantuan oleh oknum-oknum. Termasuk laporan, ‘manipulasi’ takaran bantuan di sebuah daerah. Belum adanya ‘aturan khusus’ terkait dana pandemi yang memungkinkan dilakukannya pemanfaatan dana yang terasa ‘lebih bebas’. Termasuk di awal-awal pandemi begitu banyak orang yang memanfaatkan kelangkaan APD dengan menaikkan dengan semena-mena harga kebutuhan-kebutuhan kesehatan itu. Mungkin inilah yang disebut kejahatan kerah-putih. Penjarahan yang tidak sebagaimana dalam film Hurricane-Heist, tetapi memiliki ‘niat’ yang sama. Menjarah di tengah ‘badai’. Penjarahan yang dilakukan oleh orang-orang cerdas.

Bagikan berita ini:
2
5
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar