Hikmah Ramadan di Tengah Pandemi Covid-19 Bagi Bupati dan Ketua DPRD Bone

Bupati Bone Andi Fahsar Mahdin Padjalangi (kiri), bersama Ketua DPRD Bone Irwandi Burhan (kanan). (FOTO:AGUNG PRAMONO/FAJAR)

FAJAR.CO.ID, BONE — Ramadan 1441 H telah berlalu. Masyarakat Bumi Arung Palakka tak bisa merayakan hari kemenangan seperti tahun sebelumnya. Ada banyak yang hilang.

Makanan khas di meja makan tak bisa lagi dicicipi dengan penuh cerita. Open house tidak ada. Tak ada kunjungan dari sanak keluarga, teman, kerabat, dan sahabat. Sosial distancing dan physical distancing.

Salat idulfitri di lapangan dengan semua orang tidak ada, reunian bersama teman SD, SMP, SMA, teman kuliah harus diurung. Silaturahminya via virtual saja.

“Silaturahmi tidak bisa putus kapan dan dimanapun, tetapi tetap harus menjaga protokoler kesehatan,” kata Bupati Bone, Andi Fahsar Mahdin Padjalangi Senin (25/5/2020).

Fahsar katakan, selama masa pandemi salat berjemaah baik wajib maupun sunnah atau salat tarwih tidak dilaksanakan di masjid. Selama 30 hari melaksanakan ibadah puasa walaupun dalam suasana tidak seperti biasanya.

“Salat berjemaah idul fitri baik di masjid maupun di lapangan juga tidak dilakukan. Mudah-mudahan semua ini ada berkah dan rahmat dari Allah SWT dan tidak mengurangi kekhusyukan kita melaksanakan salat di rumah,” tambahnya.

Yang penting tutur bupati dua periode itu, meski di tengah pandemi, jangan sampai kehilangan semangat untuk merayakan hari kemenangan, walaupun hanya melaksanakan salat di rumah. Dan sangat banyak hikmah yang bisa dipetik.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar