Hongkong Rusuh, 180 Pengungjuk Rasa Diamankan

Aksi unjuk rasa yang berakhir ricuh kembali pecah di Hongkong. (Winson Wong via Hong Kong News)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Aksi unjuk rasa yang berakhir ricuh kembali pecah di Hongkong. Polisi menembakkan gas air mata di distrik perbelanjaan Causeway Bay pada Minggu (24/5) ketika ribuan orang kembali turun ke jalan untuk memprotes rencana penerapan hukum keamanan nasional Tiongkok untuk kota tersebut.

Dilansir dari Hong Kong News, Senin (25/5), polisi mengatakan setidaknya 180 orang demonstran telah ditangkap. Sebagian besar dari mereka ditangkap karena dicurigai berkumpul tanpa izin, terlibat organisasi tidak sah dan kemungkinan melakukan kekacauan di tempat umum. Itu saat melakukan operasi ketika pengunjuk rasa menyebar di sepanjang jalan Causeway dan Wan Chai.

Sebuah truk meriam air digunakan untuk menghalau demonstran. Gas air mata juga ditembakkan setelah pengunjuk rasa mencoba melakukan aksi anarkis. Mereka juga telah menentang pembatasan kerumunan terkait physical distancing Covid-19. Demonstran menghancurkan lampu lalu lintas, membakar kertas dan ban, serta melemparkan batu bata yang diambil dari trotoar.

Kerusuhan juga berbuntut pada kerusakan fasilitas umum dan toko-toko. Sementara setidaknya dua orang yang menentang penghalang jalan diserang oleh kelompok-kelompok berpakaian hitam.

Akibat kericuhan tersebut, 10 orang dirawat di rumah sakit, termasuk seorang wanita berusia 51 tahun dalam kondisi kritis. Sembilan lainnya dalam kondisi stabil.

Aksi unjuk rasa pecah hanya beberapa jam setelah Wakil Perdana Menteri Tiongkok Han Zheng yang bertanggung jawab atas Hongkong, mengatakan kepada delegasi lokal bahwa penerapan undang-undang keamanan nasional harus serius. Dan, Tiongkok akan memberlakukannya selamanya.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Redaksi


Comment

Loading...