109 Tenaga Kesehatan Dipecat, Ombudsman: Terjadi Maladministrasi

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID -- 109 tenaga kesehatan (nakes) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ogan Ilir dipecat bupati. Pemecatan itu pun kini berbuntut panjang. Ombudsman RI (ORI) wilayah Sumatera Selatan menilai tindakan Bupati Ogan Ilir merupakan bentuk maladministrasi.

“Ada hal yang kurang patut diduga telah terjadi maladministrasi atas tindakan yang dilakukan Bupati terhadap (pemberhentian) tenaga medis tersebut, jangan hanya karena mereka menuntut transparansi dan memperoleh kepastian alat pelindung diri (APD), mereka langsung diberhentikan tanpa peduli dengan situasi yang jauh lebih urgen daripada itu,” kata Kepala Perwakilan Ombudsman RI Sumsel, Adrian Agustiansyah dalam keterangannya, Selasa (26/5/2020).

Adrian menuturkan, dalam rangka melaksanakan otonomi daerah, kepala daerah memang diberikan kewenangan yang luas dan menjadi ujung tombak dalam terjaminnya pelaksanaan pelayanan publik. Untuk dapat melaksanakan tugasnya secara baik dan profesional tersebut, maka kepala daerah dituntut agar dapat menerapkan Asas-Asas Umum Pemerintahan yang Baik (AAUPB) dalam mengelola pemerintah dalam setiap kebijakan yang dilakukan.

“Asas-asas tersebut diperlukan agar tindakan yang dilakukan oleh kepala daerah dalam hal ini tidak merugikan warga negara khususnya masyarakat yang terdampak langsung,” ujar Adrian.

Adrian mengaku, dalam mengungkap dugaan maladministrasi yang dilakukan Bupati Ogan Ilir, pihaknya sudah lebih dulu menerjunkan tim untuk melakukan kegiatan investigasi dalam rangka mengumpulkan informasi awal. Nantinya informasi tersebut sebagai rujukan dalam rapat pleno yang akan segera digelar.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan