109 Tenaga Kesehatan Dipecat, Ombudsman: Terjadi Maladministrasi

Selasa, 26 Mei 2020 21:39

Ilustrasi Petugas Nakes.

Adrian mengaku, dalam mengungkap dugaan maladministrasi yang dilakukan Bupati Ogan Ilir, pihaknya sudah lebih dulu menerjunkan tim untuk melakukan kegiatan investigasi dalam rangka mengumpulkan informasi awal. Nantinya informasi tersebut sebagai rujukan dalam rapat pleno yang akan segera digelar.

“Maka, tidak menutup kemungkinan Bupati Ogan Ilir dan Direktur RSUD Ogan Ilir akan segera kami panggil untuk dimintai keterangan,” tegas Adrian.

Ombudsman mengharapkan, agar pihak-pihak yang nantinya dimintai keterangan untuk dapat hadir bersikap kooperatif dan memenuhi undangan pemeriksaan. “Karena keterangan tersebut dapat membuat terang dan sebagai bahan bagi Ombudsman dalam menyimpulkan dugaan maladministrasi yang sedang diselidiki,” tukas Adrian.

Sebelumnya, Bupati Ogan Ilir Ilyas Panji Alam menyatakan keputusan pemerintah daerah memecat 109 orang tenaga kesehatan status honor di Rumah Sakit Umum Daerah Ogan Ilir sudah benar. Pemecatan dinilai sudah sesuai prosedur karena semua tuntutan sudah dipenuhi namun tidak ada respons baik.

“Mereka (109 tenaga kesehatan) minta dilengkapi alat pelindung diri (APD), padahal di rumah sakit ada ribuan, silakan cek semuanya mulai dari kacamata, sarung tangan dan lain-lain,” kata Ilyas Panji.

Bagikan berita ini:
6
2
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar