109 Tenaga Kesehatan Dipecat, Ombudsman: Terjadi Maladministrasi

Selasa, 26 Mei 2020 21:39

Ilustrasi Petugas Nakes.

RSUD Ogan Ilir melakukan pemecatan secara tidak hormat terhadap 109 tenaga kesehatan. Pemecatan dilakukan berdasarkan SK Bupati Ogan Ilir nomor 191/KEP/RSUD/2020, salah satu poin pertimbangannya yakni para tenaga honorer tidak masuk bekerja lima hari berturut-turut sejak 15 Mei 2020.

Ilyas Panji menduga bahwa tuntutan APD, insentif dan rumah singgah hanyalah alasan para tenaga honorer yang takut berhadapan dengan pasien Covid-19, sehingga ikut mengganggu penanganan virus Korona di sana. Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir telah menyiapkan 34 ruangan khusus di DPRD Ogan Ilir dengan fasilitas lengkap untuk singgah tenaga kesehatan. Sementara terkait insentif kerja, menurutnya hal itu tidak wajar karena para tenaga kesehatan itu belum menunjukkan kinerjanya.

“Ketika negara butuh tenaga mereka tapi malah mereka tinggalkan tugas, sementara apa yang mereka tuntut sudah dipenuhi jauh-jauh hari,” beber Ilyas menegaskan. (jpc)

Bagikan berita ini:
1
4
9
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar