Status Darurat Covid-19 Resmi Dicabut, Pemerintah Minta Warga Adopsi Gaya Hidup Baru

Seorang pekerja medis melakukan tes pelatihan walk-in style polymerase chain reaction (PCR) untuk penyakit virus corona (COVID-19), di fasilitas darurat di Yokosuka, Tokyo, Jepang, Kamis (23/4). FOTO: ANTARA FOTO/Reuters

FAJAR.CO.ID, TOKYO-- Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe resmi mengumumkan bahwa status darurat Covid-19 telah berakhir di Jepang. Pengumuman ini sekaligus mengakhiri pembatasan pada kegiatan ekonomi di Tokyo dan empat prefektur lainnya ketika para ahli menilai penyebaran infeksi Covid-19 di Jepang saat ini sudah bisa dikendalikan.

Dilansir dari KyodoNews+ padaSelasa (26/5), Abe resmi mencabut status keadaan darurat yang telah berlaku sejak April untuk wilayah metropolitan Tokyo termasuk prefektur Chiba, Kanagawa dan Saitama, bersama dengan Hokkaido di Jepang utara seminggu lebih awal dari akhir yang dijadwalkan. Tetapi dia memperingatkan bahwa situasi darurat ulang mungkin dilakukan lagi jika infeksi Covid-19 kembali melonjak.

Dengan penghapusan pembatasan yang diberlakukan di bawah keadaan darurat, ekonomi Jepang yang dilanda resesi masih diperkirakan akan dapat pulih kembali, meskipun dengan kecepatan bertahap.

“Saya telah memutuskan untuk mengakhiri keadaan darurat di seluruh negara,” ujar Abe dalam konferensi pers yang disiarkan televisi lokal. “Hanya dalam waktu satu setengah bulan, kami hampir mengendalikan situasi (infeksi),” ungkap dia.

Meski demikian, perlu digarisbawahi, pencabutan status darurat Covid-19 di Jepang ini tidak berarti virus tersebut benar-benar hilang atau infeksi turun ke nol. Ini juga tidak berarti Jepang telah sepenuhnya berhasil memenangkan pertarungan melawan Covid-19 sementara negara lain masih terus berupaya mengatasinya.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor :


Comment

Loading...