Antisipasi Penyebaran Covid-19 dari Santri Asal Soppeng, Ketua Gugus Telusuri 32 Orang

Fahsar M Padjalangi

FAJAR.CO.ID, BONE — Dua warga Kecamatan Lamuru berstatus Orang Dalam Pengawasan (ODP) dibawa ke rumah singgah Bajoe untuk dikarantina. Hasil rapid test tetap menunjukkan reaktif (Positif).

Salah seorang dari warga tersebut merupakan Santri Ponpes Al Ibdah Takkalala Kabupaten Soppeng. “Sudah masuk kemarin siang. Mereka selanjutnya akan menjalani karantina dengan pengawasan tim medis,” kata Juru Bicara Gugus Tugas PPC-19, dr Yusuf Tolo.

Dari informasi yang dihimpun, rekan santri tersebut yang berasal dari Kabupaten Bone ada 32 orang yang tersebar dibeberapa kecamatan.

“Saya kemarin dapat telefon dari Bupati Soppeng. Katanya ada 32 dari Bone yang merupakan santri Takkalala, Soppeng. Makanya saya meminta data ke 32 orang itu agar bisa ditelusuri,” kata Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bone, Andi Fahsar Mahdin Padjalangi Rabu (27/5/2020).

Kata Bupati Bone itu, soal santri yang dirawat di rumah singgah masih ditunggu hasil swabnya. “Yang ditakutkan kalau positif tentu kita akan menggali lagi siapa yang diajak kontak,” tambahnya.

Sedangkan untuk antisipasi penyebaran transimjsi lokal, Fahsar meminta tim-tim yang ada di kecamatan bahwa orang yang masuk harus ditahu. Kalau tidak mau patuh sebaiknya disuruh kembali saja.

“Jangan menjadi penular di Bone, karena persoalannya virus tidak dilihat. Untuk itulah harus ada kesadaran dari masyarakat sendiri,” tegasnya. (agung/fajar)

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...