Jalan Nasional Terputus, BBPJN XIII Makassar Harus Peka

FAJAR.CO.ID, SENGKANG -- Jalan nasional di Cempa Desa Pallawarukka Kecamatan Pammana, Wajo terputus. Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) XIII Makassar mestinya peka.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPRP) Wajo, Andi Pameneri mengatakan, saat berkunjung di akses yang menghubungkan Kabupaten Bone itu, hanya kendaraan tertentu bisa melintas.

"Sejak terputus pertengahan Mei lalu. Mobil yang akan melintas terpaksa harus memutar arah," ujarnya, Rabu, 27 Mei 2020.

Sementara, pengendara roda dari arah Wajo atau sebaliknya, Bone. Hanya melintas dengan akses swadaya, jembatan dan sampan dibuat oleh warga sekitar.

Pameneri mengaku, telah berkoordinasi secara intensif dengan Kepala Bidang Peralatan dan Preservasi BBPJN XIII Makassar, Muhammad Syukur. Bahkan telah menyurati Kepala Satker P2JN Wilayah Sulsel.

"Suratnya meminta agar ada percepatan penanganan darurat, penimbunan, oleh BBPJN karena akses utama tersebut kewenangan mereka," tuturnya.

PPK 08 Koridor Kota Sengkang-Impa-impa- Tarumpakae, Ulugalung Pompanua-Batas Kabupaten Bone, Gazali menyampaikan, sebenarnya penanganan jalan di titik tersebut, sudah dialokasikan anggaran Rp40.277.830.000 dalam kegiatan penanganan jalan longsor Bone-Wajo.

"Hanya saja pemenang tender PT Vanca Utama Perkasa, mengundurkan diri pasca adanya pergeseran anggaran untuk penanganan Covid-19," jelasnya.

Maka dari, kata Gazali, pihak ingin memastikan pengunduran diri dari Penyedia Jasa (PJ) tersebut, telah disetujui BBPJN XIII Makassar.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Muhammad Nursam


Comment

Loading...