Mengkudu Dipercaya Tangkal Corona, dr Arman Bausat: Perlu Ada Penelitian Lebih Lanjut

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR-- Beredarnya kabar beberapa hari lalu terkait 33 pasien Covid 19 yang sembuh di Rumah Sakit Dadi Makassar karena mengkonsumsi jus buah mengkudu (jus C-19) dibantah oleh Direktur RSKD Dadi Makassar, dr Arman Bausat.

"Tidak, tidak ada dasar penelitiannya. Itu cuma promosi produsen agar laku," ucapnya, Rabu (27/5/2020).

Menurutnya harus ada penelitian yang lebih lanjut terkait jus buah mengkudu yang diberikan kepada pasien penderita Covid-19.

Ia membeberkan banyak faktor yang membuat pasien sembuh salah satunya dalam memberikan vitamin berdosis tinggi agar memperkuat kekebalan daya tahan tubuh.

"Kita beri gizi yang tinggi, vitamin dosis besar untuk tingkatkan daya tahan tubuh pasien, kemudian ada olahraga di lantai 4 gedung perawatan, hiburan musik, dan lain lain," lanjut dr Arman.

Sementara itu, saat dikonfirmasi soal obat klorokuin yang juga memiliki dosis tinggi dan efek samping yang cukup keras, kata dia tidak serta merta diberikan ke pasien melainkan harus dilihat dari hasil uji swab.

"Kalau klorokuin memang masuk protokol pengobatan Covid jadi memang dipakai di RSKD dadi," bebernya.

Terpisah, Pakar Gizi asal Universitas Hasanuddin, Aminuddin Syam mengatakan hal yang sama, perlu penelitian lebih lanjut mengenai buah mengkudu bisa dikatakan sebagai obat penangkal virus Covid-19. “Itu hanya dugaan karena belum penelitian sebagai penangkal Corona," ujarnya belum lama ini. (anti/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Adi Mirsan


Comment

Loading...