Ngeri… Sudah Lima Klaster di Makassar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- USAI Lebaran, mobilitas masyarakat diprediksi akan meningkat. Apalagi, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sudah tidak diberlakukan. Berbagai sektor kini sudah bisa beraktivitas kembali.

Hanya saja, pelonggaran aktivitas di luar rumah juga perlu diwaspadai. Potensi terjadinya kontak fisik sangat memungkinkan. Makanya, perlu kesadaran dan pengawasan yang ketat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Makassar Ismail Hajiali mengatakan saat ini penyebaran kasus sudah lebih terpantau. Klaster-klaster yang sebelumnya banyak tersebar sudah bisa dideteksi.

Sejauh ini ada lima klaster yang telah ditangani di Makassar. Ada klaster santri, umrah, gereja, ijtima, dan mahasiswa dari Arab Saudi. Semua klaster tersebut, kata dia, sudah tertangani.

"Sekarang klaster sudah habis. Semua sudah terdeteksi. Dan rata-rata sudah sembuh dan kembali ke rumah. Kita sudah lakukan tracing pada semua klaster itu. Yang tanpa gejala kita bawa ke wisata Covid-19," terangnya, tadi malam.

Gugus saat ini fokus pada pencegahan terjadinya klaster baru. Satu-satunya yang akan dimasifkan adalah penerapan protokol kesehatan. Bila itu berjalan dengan tertib, maka kemungkin munculnya klaster baru lebih kecil.

"Diharapkan tidak terjadi itu. Karena orang kan sudah pakai masker semua dan sudah memahami bagaimana protokol kesehatan. Kita juga tidak bisa perkirakan kalau klaster," sambungnya.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Redaksi

Comment

Loading...