dr Joni Wahyuhadi: Ini Tidak Main-main, Kalau Tidak Hati-hati, Surabaya Bisa Jadi Wuhan

Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Timur, dr Joni Wahyuhadi. (NET)

FAJAR.CO.ID, SURABAYA - Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Timur, dr Joni Wahyuhadi menyebutkan, 65 persen pasien Covid-19 di wilayah setempat berasal dari Surabaya Raya meliputi Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, dan Kabupaten Gresik. Menurutnya, kenyataan tersebut tidak bisa dianggap sepele.

Surabaya menjadi epicentrum penularan Covid-19 di Jawa Timur. Per 26 Mei 2020, total pasien positif Covid-19 di Jawa Timur mencapai 3.939 kasus. Dari jumlah tersebut Kota Surabaya menyumbang 2.118 pasien. Kemudian Sidoarjo menyumbang 542 pasien, dan Gresik 134 pasien.

"Ini tidak main-main, kalau kita tidak hati-hati maka Surabaya bisa jadi Wuhan," kata Joni di Surabaya.

Dirut RSUD dr. Soetomo itu menyatakan, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim sedang fokus untuk menurunkan rate of transmission (tingkat penularan) Covid-19, terutama di Surabaya yang saat ini masih 1,6.

Termasuk penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang diterapkan, dimaksudkan untuk menekan tingkat penularan.

"Rate of transmission Covid-19 di Surabaya masih 1,6. Artinya ketika ada 10 orang (positif Covid-19) dalam satu pekan jadi 16 orang," ujar Joni.

Sedangkan untuk menurunkan Case Fatality Rate (CFR) atau tingkat kematian, Joni menjelaskan pihaknya melakukan clinical research mulai penggunaan Avigan, Terapi Plasma Convalescent, ataupun Aspirin.

Joni mengatakan, Menteri Kesehatan telah memerintahkan kepadanya untuk menggunakan obat tertentu seperti pemakaian aspirin. "Semuanya kita coba dengan kaidah kesehatan tertentu," kata Joni. (jpg/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Hamsah Umar


Comment

Loading...