Jokowi Perintahkan Menkes dan Gugus Covid-19 Tangani Khusus Jawa Timur

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, SURABAYA-- Jawa Timur kini mendapat atensi khusus dalam penanganan pandemi Covid-19. Sebab, pembatasan sosial berskala besar (PSBB) belum mampu melandaikan kurva penularan. Ketidakdisiplinan warga dianggap menjadi salah satu penyebabnya.

Kemarin (27/5) tambahan pasien positif baru di Jatim mencapai 199 orang, tertinggi di Indonesia. Pada hari yang sama, DKI Jakarta yang biasanya mencatatkan kasus tertinggi hanya menambah 97 kasus baru. Presiden Joko Widodo memerintahkan dua hal untuk menindaklanjuti kondisi di Jatim. Pertama, meminta TNI-Polri lebih mendisiplinkan warga. ’’Di Jawa Timur, kita (minta) tambahan bantuan pasukan aparat agar kurvanya tidak naik lagi,’’ ujarnya saat memimpin ratas virtual kemarin.

Kedua, dalam hal penanganan pandemi. ’’Berikan dukungan penuh untuk Provinsi Jawa Timur, terutama yang berkaitan dengan kesiapan rumah sakit rujukan dan rumah sakit darurat. Pak Menkes dan ketua gugus tugas betul-betul saya minta Jawa Timur menjadi perhatian,’’ lanjut Jokowi. Termasuk dalam hal percepatan pengujian sampel dan pelacakan mereka yang terinfeksi.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo menjelaskan, dukungan penuh itu diberikan lantaran peningkatan kasus di Jatim cukup tinggi. Khususnya di Surabaya. Menurut Doni, Jatim memiliki sejumlah klaster yang potensi penularannya cukup tinggi. Misalnya, klaster Gowa dan jamaah tablig. ’’Termasuk juga yang berasal dari dalam, yaitu Pesantren Temboro dan pabrik Sampoerna,’’ lanjut perwira TNI berpangkat letnan jenderal itu.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan