Kecolongan Jenazah 2 Pasien Covid-19 Dimakamkan Biasa, Gugus Tugas Kerja Ekstra

Jubir Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bangkalan Agus Zein. (VIVIN AGUSTIN HARTONO/RadarMadura.id)

FAJAR.CO.ID, BANGKALAN – Pasca pasien ke-32 dan ke-33 dinyatakan positif Covid-19 pada Selasa malam (26/5), Tim Gugus Tugas Covid-19 Bangkalan harus kerja ekstra. Sebab, kedua pasien tersebut meninggal sebelum hasil swab keluar. Tim gugus tugas kecolongan. Apalagi, pasien ke-32 dimakamkan tanpa menerapkan protap Covid-19.

Jubir Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bangkalan Agus Zein mengatakan, pasien ke-33 berinisial E. Perempuan berusia 62 tahun itu berdomisili di Kecamatan Kota Bangkalan. Pada Jumat (22/5) lalu, petugas surveilans Puskesmas Kota Bangkalan menerima informasi dari media sosial. ”Lalu, pada Sabtu (23/5) langsung melakukan penyemprotan di rumah E atas permintaan camat Kota Bangkalan dan lurah Demangan,” ujarnya.

Menurut dia, pada Sabtu sore (23/5), petugas surveilans menerima informasi jika E meninggal di salah satu rumah sakit di Surabaya dan langsung dimakamkan di Surabaya. ”Nggak tahu apakah proses pemakaman pasien ke-33 tersebut dilakukan sesuai prosedur Covid-19 atau tidak,” katanya.

Hanya, sambung Agus Zein, Dinkes Bangkalan didampingi polres dan Kodim 0829/Bangkalan melakukan tracing ke rumah E pada Sabtu (23/5). Namun, rumah E sudah kosong. ”Ternyata, pada Selasa (26/5), Dinkes Bangkalan menerima informasi dari Dinkes Jatim bahwa hasil swab test positif,” terangnya.

Dijelaskan, petugas kemudian melakukan tracing kembali. Namun, rumah E tetap kosong. Bahkan, Dinkes Bangkalan mencoba memperoleh informasi dari RS Premier Surabaya, tempat E dirawat, melalui Dinkes Jatim. Hasilnya, diperoleh nomor telepon keluarga E. ”Tapi, nomor tersebut tidak bisa dihubungi,” paparnya.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Hamsah Umar


Comment

Loading...