Minta Jokowi Mundur, Siapa Sebenarnya Ruslan Buton?

Panglima Serdadu Eks Trimata Nusantara, Ruslan Buton ditangkap polisi pada Kamis (28/5) siang. (istimewa)

FAJAR.CO.ID,BAUBAU– Panglima Serdadu Eks Trimata Nusantara, Ruslan Buton kembali menjadi perhatian publik. Kali ini karena digelandang oleh petugas kepolisian diduga terkait surat terbuka untuk Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Surat tersebut sempat menjadi perbincangan warganet. Salah satu isinya yakni meminta Jokowi mundur dari jabatannya. Dia bahkan sempat berujar tidak menutup kemungkinan ada revolusi rakyat jika Jokowi tak kunjung melepas jabatannya.

Lantas siapakah Ruslan Buton?. Berdasarkan data yang dihimpun oleh JawaPos.com, Ruslan merupakan mantan Prajurit TNI Angkatan Darat (AD). Pangkat terakhirnya yakni Kapten Infanteri. Pangkat itu diembannya ketika menjabat Pama Yonif RK 732/Banau.

Namun, karir pria kelahiran 4 Juli 1975 itu tak mulus. Dia dipecat karena terlibat kasus pembunuhan La Gode pada 27 Oktober 2017 lalu. Ruslan ditahan dan diperiksa secara intensif di Detasemen Polisi Militer (Denpom) XVI/1 Ternate.

BACA JUGA: Minta Jokowi Mundur, Ruslan Buton Ditangkap Polisi

Saat itu, Ruslan menjabat sebagai Komandan Kompi sekaligus Komandan Pos Satgas SSK III Yonif RK 732/Banau. Kemudian pada 6 Juni 2018, Pengadilan Militer Ambon mengeluarkan putusan hukuman penjara 1 tahun 10 bulan serta pemecatan dari Anggota TNI AD.

Ruslan pun menghirup udara bebas pada akhir tahun 2019. Namun, belum genap satu tahun, Ruslan kembali menyedot perhatian publik dengan surat terbuka untuk Jokowi yang dibuatnya.

Komentar

Loading...