Ungkit Pelengseran Gus Dur, Alissa Wahid: Kalah Politik, Tetap Bermartabat

Kamis, 28 Mei 2020 11:12
Ungkit Pelengseran Gus Dur, Alissa Wahid: Kalah Politik, Tetap Bermartabat

Alissa Wahid (Muhamad Ali/Jawa Pos)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Putri Presiden keempat RI KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Alissa Wahid, mengungkit peristiwa tentang situasi genting di Istana saat ayahnya dilengserkan dari tampuk kekuasaan, 2001 silam.

Bahkan dia harus ngeyel-ngeyelan karena disuruh pulang ke Ciganjur.

“Dulu di istana, saya disuruh #GusDur membawa Ibu dan adik-adik pulang ke Ciganjur. “Keadaan sudah bahaya, biar Bapak hadapi sendiri saja di istana.” Karena ingat nasib Bung Karno, saya melawan. Eyel-eyelan. Apa pun yang terjadi, kalaupun Bapak ditangkap, kami akan ikut. He wouldnt be alone,” cuit @AlissaWahid, Rabu (27/5).

Cuitan itu merespons postingan sosiolog Ariel Heryanto di Twitter, yang menulis tentang hari-hari terakhir hidup Presiden Sukarno sembari menyertakan sebuah artikel berjudul “Sukarno Meningal Dunia’.

Ariel menuliskan, kisah yang mengenaskan untuk seorang Bapak Kemerdekaan RI. Dituduh terlibat memberontak terhadap pemerintahannya sendiri.

Ditahan rumah mantan bawahannya sendiri. Dipersulit mendapat perawatan kesehatan. Hingga meninggal.

Dalam postingan berikutnya, Alissa mengungkit kabar soal moncong panser mengarah ke Istana Merdeka, tempat sang ayah tinggal.

Bagikan berita ini:
5
1
6
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar