Ungkit Pelengseran Gus Dur, Alissa Wahid: Kalah Politik, Tetap Bermartabat

Kamis, 28 Mei 2020 11:12

Alissa Wahid (Muhamad Ali/Jawa Pos)

“Info moncong panser sudah mengarah ke istana, sudah saya dengar. Kata #GusDur, beliau enggak bisa tenang kalau kami tetap ada di istana, apalagi cucu pertama, bayi saya, baru berumur 40 hari. Tapi kisah Bung Karno menghantui saya. Makanya saya ngeyel nangis tidak mau pergi,” tulis Alissa.

Dia pun pada saat itu terus membayangkan kondisi Bung Karno sendirian, keluarganya sulit menjenguk, tidak terawat dengan baik.

“Saya tidak ingin itu terjadi pada #GusDur. Kalaupun beliau kalah secara politik dan harus diasingkan, kami harus tetap bersama beliau. Kami siap. That’s it. That’s all,” sambung Alissa.

Namun dia bersyukur karena apa yang dia bayangkan, kondisi seperti dialami Bung Karno sang proklamator tidak terjadi pada Gus Dur.

“Alhamdulillah tak terjadi. Rakyat membanjiri istana, bertekad lindungi #GusDur. Lalu beliau umumkan akan keluar dari istana. Besoknya, ribuan rakyat menjemput dan mengawal beliau keluar lewat gerbang depan istana, menuju panggung rakyat di Monas. Kalah politik, tetap bermartabat,” tandasnya. (jpnn/fajar)

Bagikan berita ini:
6
4
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar