Amankan Produksi Bawang Merah, Petani Terapkan Budidaya Ramah Lingkungan

  • Bagikan
Foto: IST

FAJAR.CO.ID, PATI—Sebagai sentra bawang merah terbesar di Pantura Jawa Tengah, Pati memiliki hamparan bawang merah yang cukup luas. Tidak sulit untuk menemukan sentra pertanaman bawang merah di daerah yang berjuluk Bumi Mina Tani tersebut.

Pada bulan Mei saja, tercatat sedikitnya 604 hektar pertanaman bawang merah dengan berbagai variasi umur tanam. Varietas andalan yang banyak dikembangkan petani setempat dikenal dengan nama Tajuk. Namun pada saat musim kemarau, sebagian petani beralih menanam varietas Bauji yang dinilai lebih tahan kekeringan.

Salah satu strategi petani bawang merah Pati untuk menjaga keberlanjutan usaha tani sekaligus meningkatkan produktivitas panen dilakukan melalui penerapan sistem budidaya ramah lingkungan. Alhasil, produktivitas panen di sentra utama seperti Kecamatan Jaken dan Wedarijaksa saat ini mampu mencapai 12 ton/hektar.

Hal ini sejalan dengan kebijakan Menteri Pertanian SYL untuk menggenjot peningkatan produktivitas komoditas pertanian dengan tetap memperhatikan dan meningkatkan mutu/kualitas komoditas pertanian yang dihasilkan .

Seperti halnya yang dilakukan para petani bawang merah di Desa Tegalurung, Kecamatan Jaken, Pati. Sepanjang hamparan lahan bawang merah di daerah tersebut terlihat banyak dipasangi perangkap likat kuning. Tujuannya tak lain untuk mengendalikan populasi hama serangga sekaligus efisiensi biaya usaha tani bawang merah.

Suhardi, ketua kelompok tani "Joko Tani", Desa Tegalurung dalam keterangan tertulisnya Jumat (29/5) mengaku para petani anggotanya kini sudah semakin sadar dan paham pentingnya budidaya ramah lingkungan.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan