New Normal, PKS Kritik Keras Rencana Pembukaan Sekolah di Tengah Pandemi

Anggota Komisi VIII DPR RI, Bukhori Yusuf.

FAJAR.CO.ID, JAKARTA-- Pada minggu pertama sekolah, Perancis mendapati 70 kasus baru Covid-19 di sekolah-sekolah yang diizinkan dibuka sejak 13 Mei lalu. Kendati telah dilakukan pembatasan, penularan tersebut tidak dapat dihindari.

Selain di Perancis, Korea Selatan juga melaporkan kasus serupa dimana murid berusia 6 tahun tertular oleh gurunya pada 24 Mei lalu. Akibat kejadian ini, sekolah tersebut kembali ditutup dan sebanyak 91 murid harus dikarantina.

Pemerintah Indonesia tengah mempertimbangkan untuk kembali membuka sekolah sebagai bagian dari pelaksanaan rencana New Normal. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memastikan bahwa tahun ajaran baru sekolah tidak akan diundur sebagaimana tahun ajaran baru akan dimulai pada 13 Juli 2020.

Dinas Pendidikan DKI Jakarta bahkan telah menyusun 3 skema belajar di sekolah yang akan diterapkan pada tahun ajaran 2020/2021 dengan mempertimbangkan kebijakan dari Pemerintah Pusat dan Daerah.

Merespon rencana New Normal tersebut, Anggota Komisi VIII DPR RI, Bukhori Yusuf, mengkritik langkah yang hendak dilakukan oleh pemerintah dengan membuka kembali sekolah di tengah situasi krisis.

Menurutnya, rencana tersebut adalah tindakan gegabah. Ia mengimbau agar Pemerintah perlu memastikan kondisi sudah terkendali lebih dahulu sebelum New Normal diberlakukan.

“Dalam menetapkan New Normal harus dipastikan bahwa penyebaran virus telah tidak ada kenaikan lagi atau sekurang-kurangnya telah mengalami penurunan meskipun belum sampai titik semula sebelum terjadi Corona Outbreak” tutur Bukhori di Jakarta, Jumat (29/5/2020)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Adi Mirsan


Comment

Loading...