Pengguna Internet Meningkat di Tengah Pandemi, Kejahatan Siber Juga Naik

Diskusi online yang digelar CfDS UGM.

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR-- Tidak dapat dipungkiri, pandemi Covid-19 mengubah perilaku masyarakat Indonesia menjadi pengguna aktif internet, mengingat kebijakan kebijakan pemerintah untuk jaga jarak, sosial distancing, physical distancing dan lain sebagainya.

Namun hal tersebut tidak seimbang dengan pengetahuan mengenai cara beraktivitas daring dengan aman. Berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Informatika RI menyebut penggunaan internet menunjukkan peningkatan hingga 40%, dan akses yang biasanya didominasi dari kawasan perkantoran kini didominasi dari kawasan pemukiman.

Sementara Centre for Digital Society (CfDS) Universitas Gadjah Mada (UGM) mencatat kejahatan siber termasuk penipuan rekayasa sosial juga meningkat terutama menyasar pembelanjaan barang medis dan kebutuhan sehari-hari.

Adjunct Researcher CfDS, Tony Seno Hartono mengungkapkan pengetahuan yang minim mengenai keamanan daring, memperbesar potensi kejahatan penipuan berteknik memanipulasi psikologis (magis).

"Teknik ini sifatnya sederhana, tidak perlu meretas sistem namun dampaknya luar biasa. Kami mengamati selama masa pandemi penipuan jenis ini tetap ada dan cenderung meningkat.” ucapnya pada diskusi online yang digelar CfDS UGM.

Tony menjelaskan teknik manipulasi psikologis merupakan teknik lama yang menyasar pengguna yang kurang waspada dalam bertransaksi daring dan memancing korban untuk memberikan informasi pribadi seperti nomor rekening, nomor kartu ATM bahkan sampai password dan nama ibu kandung.

"Umumnya pelaku menggunakan iming-iming atau mengatasnamakan lembaga resmi. Sekarang mereka biasanya mengatasnamakan aplikasi tertentu atau lembaga tertentu, kalau dulu modusnya mama minta pulsa atau saudara sedang sakit,” ungkapnya dalam diskusi online bertemakan Aman Beraktivitas di Platform Digital Selama Pandemi Covid-19.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Adi Mirsan


Comment

Loading...