Pernah Bekerja di Majalah Porno, Dirut TVRI Tuai Sorotan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Drama Direktur Utama Lembaga Penyiaran Publik Televisi Republik Indonesia (Dirut LPP TVRI) belum usai. Berawal dari pemecatan Helmy Yahya yang sempat berseteru dengan Dewan Pengawas TVRI. Kini, bos baru TVRI juga menuai polemik.

Imam Brotoseno dilantik menggantikan Helmy Yahya pada Rabu 27 Mei 2020. Ditunjuknya Imam sebagai bos baru TVRI menuai protes dari berbagai pihak. Mereka menyoroti rekam jejak kariernya sebagai kontributor majalah dewasa, Playboy.

“Duh. Benar ini? Apa tak ada kandidat lain yang lebih pantas kah? TVRI ini. TV Nasional yang dibiayai uang publik. Kalau tadi TV Swasta terserahlah. Kalau gininya gantinya ngapain Helmy Yahya capek-capek diganti ya?” kata Politisi Partai Demokrat Jansen Sitindaon Jansen lewat akun Twitter-nya, Kamis (28/5/2020).

Kritik juga datang dari pegiat media sosial dan mantan calon legislatif dari Partai Amanat Nasional (PAN), Mustofa Nahrawardaya. “Eks kontributor Playboy jadi dirut TV negara. Wassalam TVRI,” katanya.

Imam lewat akun @imanbr mencuit, “Akhirnya kita menemukan bagaimana cara mempersatukan negeri. Ya dengan Bokep.”

Cuitan itu lalu dikomentari oleh eks juru bicara Gus Dur, Adhie Massardi. Dia menyinggung slogan TVRI yang pernah ada. “NEW NORMALNEW TVRI semboyan TVRI dari masa ke masa: Menjalin Persatuan & Kesatuan (1962 – 2001). Makin Dekat di Hati (2001 – 2005). Saluran Pemersatu Bangsa (2012 – 2020). [menyatukan bangsa wuth bokep?]. Bro @helmyyahya kenapa jadi begini? Ada penjelasan?”cuit Adhie, Jumat (29/5/2020).

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Redaksi


Comment

Loading...