Tak Lagi Massal, Pemkot Fokuskan Rapid Test untuk Orang Bergejala

Rapid test di Pasar terong

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar tak lagi melakukan rapid test massal. Pemeriksaan rapid test kini lebih difokuskan untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP) serta pemeriksaan kedua bagi Orang Tanpa Gejala (OTG) pasca isolasi mandiri selama 14 hari.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Makassar, Naisyah Tun Azikin mengaku, Pemeriksaan rapid test hanya difokuskan pada kelompok masyarakat yang diduga terpapar Covid-19.

“Masih ada (pemeriksaan) tapi khusus untuk ODP, PDP, OTG, atau kontak dengan positif Covid-19, bukan untuk yang lainnya. Bukan umum yang hanya mau kontrol-kontrol. Untuk masyarakat umum tapi ada indikasi, bukan sembarangan bilang mau berangkat lalu mau periksa, tidak,” kata Naisyah, Jumat (28/5/2020).

Naisyah menyebut, khusus untuk masyarakat yang hendak ingin bepergian keluar kota ataupun untuk keperluan surat keterangan bebas Covid-19 bisa melalui jalur mandiri di laboratorium-laboratorium swasta ataupun yang lainnya.

Adapun harganya, Naisyah menyebut memang mahal, mulai dari Rp1 juta sampai Rp2 juta lebih.

“Jadi kalau ada yang mau berangkat cari jalur mandiri di laboratorium-laboratorium swasta dan lain, itu ada,” ucapnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, Pemkot Makassar tidak bisa memberikan bantuan mengingat alat tes yang dimiliki juga minim, khususnya alat swab test.

Apalagi bagi perusahaan swasta diharap bisa menyediakan sendiri alat test untuk digunakan karyawannya sebelum kembali bekerja. Dikarenakan alat test yang dimiliki pemkot hanya diperuntukkan untuk masyarakat tertentu saja.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Adi Mirsan


Comment

Loading...