Ditangani Bareskrim Polri, Ruslan Buton Diancam Pasal Berlapis

Ruslan Buton

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Ruslan Buton, mantan anggota TNI berpangkat kapten ditangkap tim Bareskrim Polri bersama Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) dan Polres Buton. Dia merupakan tersangka kasus ujaran kebencian.

Kapolda Sultra Irjen Pol Merdisyam menjelaskan Ruslan, eks Komandan Pos Satgas SSK III Yonif RK 732/Banau, Ambon ditangkap di Jalan Poros, Pasar Wajo Wasuba, Dusun Lacupea, Desa Wabula 1, Kecamatan Wabula, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara, Kamis (28/5). Saat penangkapan tersangka ujaran kebencian tersebut bersikap kooperatif.

“Yang bersangkutan kooperatif ketika diamankan,” katanya, Jumat (29/5).

Dijelaskannya, usai ditangkap Ruslan langsung diterbangkan ke Jakarta. Kasus kemudian ditangani oleh Bareskrim.

Baca juga: Ini Pengakuan Ruslan Buton Soal Pernyataannya Minta Jokowi Mundur

“Sekarang sudah dibawa ke Jakarta. Penanganannya langsung oleh Bareskrim Polri. Polda Sulawesi Tenggara hanya membantu dalam penanganan itu,” katanya.

Alasan lainnya, karena yang bersangkutan mantan anggota TNI, sehingga pihaknya melakukan koordinasi dengan pusat.

“Karena yang bersangkutan juga merupakan mantan anggota TNI makanya kami koordinasi di tingkat pusat untuk pendampingan dari Puspom TNI AD,” katanya.

Kabag Penum Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan mengatakan atas tindakannya, Ruslan terancam pasal berlapis.

“Tersangka RB dapat dijerat dengan Pasal 14 ayat (1) dan (2) dan/atau Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana yang dilapis dengan Pasal 28 Ayat (2) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman pidana 6 tahun dan/atau Pasal 207 KUHP dapat dipidana dengan ancaman penjara 2 tahun,” katanya di Kantor Bareskrim Polri.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Adi Mirsan


Comment

Loading...