Kontraktor Mundur, Anggaran Proyek Jalan Nasional Terkatung-katung

Jalan nasional di Cempa Desa Pallawarukka Kecamatan Pammana Wajo masih terputus karena tergenang banjir.

FAJAR.CO.ID, SENGKANG — Proyek penanganan jalan longsor Bone-Wajo semakin tidak jelas. Padahal, anggaran besar telah digelontorkan, namun pengerjaannya terkatung-katung.

Kondisi itu sangat disayangkan Lembaga Investigasi Nasional Independen (LINI). Bahkan, lembaga ini menilai mundurnya Penyedia Jasa (PJ) pemenang tender dari proyek itu adalah kesalahan panitia lelang.

Koordinator Soppeng-Wajo LINI, Andi Miras menyampaikan, mundurnya PT Vanca Utama Perkasa dari proyek telah dialokasikan anggaran Rp40.277.830.000. Tentunya menimbulkan kekecewaan kepada masyarakat setempat, di mana lokasi proyek itu dilaksanakan.

“Di Cempa Desa Pallawarukka Kecamatan Pammana, Wajo misalnya. Jalan amblas dis ana sudah lama rusak, warga menantikan perbaikan. Padahal anggaran sudah ada, tetapi tak juga dikerja,” ujarnya, kemarin.

Dia menambahkan, mundurnya PJ yang berada dari Kota Sukabumi Provinsi Jawa Barat tersebut, sangat jelas merupakan kesalahan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) XIII Makassar, utamanya panitia lelang.

“Kalau sudah masuk dalam pelelangan, artinya PJ sudah harus menanggung risiko yang akan terjadi ke depannya. Apalagi kalau telah ditetapkan sebagai pemenang tender,” imbuhnya.

Maka dari itu, LINI pun mendesak pihak BBPJN XIII Makassar, agar PT Vanca Utama Perkasa melaksanakan kewajibannya, dengan risiko yang ada.

Sebelumnya, PPK 08 Koridor Kota Sengkang-Impa-impa- Tarumpakae, Ulugalung Pompanua-Batas Kabupaten Bone, Gazali menyampaikan, PT Vanca Utama Perkasa, mengundurkan diri dalam penanganan jalan longsor Bone-Wajo, lantaran adanya pemotongan anggaran untuk penanganan Covid-19. (man)

KONTEN BERSPONSOR

Komentar