Mengenal Lebih Dekat Lelaki Brewok di Gugus Tugas Bone dan Strateginya

Dray Vibrianto

FAJAR.CO.ID, BONE — Lelaki brewok itu bekerja dua sisi. Sektor bencana. Bencana alam dan bencana non alam (pandemi Covid-19).

Dalam kurung waktu dua bulan pekerjaannya lebih banyak pada penanggulangan wabah corona. Namun, tak pernah dilupakan soal bencana alam. Beberapa kali melakukan pencarian orang hanyut, dan membersihkan pohon tumbang.

Dia adalah Dray Vibrianto. Kalaksa BPBD Bone. Lebih dikenal dengan nama Dray. Awalnya dia merupakan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid (PPC-19) Bone, namun seiring berubahnya struktur secara nasional dia kemudian menjabat sebagai Sekretaris PPC-19 Bone.

Sejak Bone ditetapkan menjadi daerah tanggap darurat alumni STPDN itu menerapkan berbagai strategi. Dibagi dalam fase 14 hari.

Fase 14 hari pertama itu peruntukan anggaran Rp1,2 miliar digunakan untuk penyediaan AlatPelindung Diri (APD) dan Rp300 juta untuk penyiapan gugus tugas. Outputnya adalah ketersediaan APD minimal di rumah sakit dan puskesmas.

Untuk fase 14 hari kedua sudah mulai muncul dampak ekonomi dari kebijakan pembatasan yang dilakukan pemerintah. Oleh karenanya ada beberapa hal yang harus disiapkan. Seperti, penguatan gugus tugas kabupaten, kecamatan, desa dan perbatasan.

Karena itu, sebagai bagian strategi dalam penanggulangan Covid-19. Kemudian penguatan sistem keamanan seperti yang dilakukan Satpol-PP,  Polri, TNI, Dishub dalam memberikan imbauan. 

Fase 14 hari berikutnya, memperhatikan stok kebutuhan masyarakat dan tidak ada barang pertanian yang dibawa keluar. “Saat ini dalam penanganan Covid-19 kita tetap mengacu kepada Gugus Tugas Nasional. Terutama menyiapkan skenario new normal apabila dianggap curva di daerah kita landai,” kata lelaki kelahiran Palu, 15 Maret 1974 itu kepada FAJAR Sabtu (30/5/2020).

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...