Sistem Kerja ASN dalam Tatanan Normal Baru

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Tjahjo Kumolo. (Foto: Humas MenPANRB)

FAJAR.CO.ID,JAKARTA-- Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Tjahjo Kumolo. (Foto: Humas MenPANRB)

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPANRB) Tjahjo Kumolo Jumat (29/5/2020) menerbitkan Surat Edaran Nomor 58 Tahun 2020 tentang Sistem Kerja Pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam Tatanan Normal Baru.

SE MenPANRB yang berlaku mulai 5 Juni nanti itu, sebagai pedoman bagi kementerian, lembaga dan daerah dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik, beradaptasi dengan tatanan normal baru yang produktif dan aman dari Covid-19.

Sistem kerja ASN dalam masa new normal sesuai surat edaran itu, berbeda dengan sistem kerja biasanya. Yakni mengedepankan upaya pencegahan penularan Covid-19.

ASN melaksanakan tugas kedinasan di kantor atau di rumah. Maka, pejabat pembina kepegawaian (PPK) di kementerian, lembaga dan pemda mengatur sistem kerja yang akuntabel dan selektif bagi pegawai bekerja di kantor maupun di rumah.

Saat menentukan pegawai yang bekerja di rumah, harus mempertimbangkan di antaranya jenis pekerjaan, hasil penilaian kinerja dan kompetensi pegawai. Sementara untuk wilayah yang menerapkan PSBB, pegawai bekerja di rumah secara penuh.

Dalam penyesuaian dengan tatanan normal baru ini, PPK diminta mempersiapkan dukungan sarana dan prasarana yang dibutuhkan ASN dalam pelaksanaan tugas kedinasan dengan fleksibilitas lokasi bekerja.

Memastikan penerapan teknologi informasi dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik dengan memperhatikan pedoman penggunaan teknologi informasi dan komunikasi serta keamanan informasi dan siber.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Edy Arsyad


Comment

Loading...