Golkar Sulsel: Nilai Rusdin Abdullah Tak Paham Berpartai

Minggu, 31 Mei 2020 17:17

Nasran Mone

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Sejumlah elit Golkar Sulsel meminta mantan Bendahara DPD Golkar Sulsel, Rusdin Abdullah, untuk tidak mengeluarkan pernyataan negatif terhadap pergantian sejumlah Ketua DPD II Partai Golkar.

Pernyataan itu justru menggambarkan bahwa Rusdin adalah kader yang lemah dalam memahami aturan organisasi. 

Tudingan kelemahan Rudal –sapaan akrab Rusdin Abdullah– disampaikan salah seorang pengurus DPD I Golkar Sulsel, Nasran Mone, Minggu (01/07/20).

“Saran saja ke Rudal sebaiknya berberhentilah menyerang dengan cara- cara seperti ini. Metodenya harus berubah di masa COVID-19. Corona kayanya belum melandai, rajin cuci tangan, pake masker, jaga jarak, semoga kita sekalian baik-baik adanya,” kata Nasran berseloroh. 

Menurutnya, tidak elok rasanya jika tidak menyampaikan saran kepada Rudal, karena sorotan itu berulang-ulang disampaikan dan link berita di media dishare berkali-kali.

Ia lalu menyebut Rudal mungkin tidak terlalu mengerti berpartai pokitik. Di partai itu, kata dia, biasanya kalau dilakukan pergantian pasti ada pertimbangan organisasi.

“Mungkin pergantian ini karena sekaitan dengan kinerja, kalau pun menduga proses pergantian itu karna tidak mendukung calon tertentu, ini mungkin yang keliru,” jelasnya.

Menurutnya, jika Rudal masih merasa kader Golkar dan notabene senior, pastilah jam terbang berpolitik tidak di ragukan lagi dan pasti sudah banyak menghadapi dinamika, dan tentu mengerti cara menyelesaikan masalah. Namun bukannya menjadi panutan, dia malah menyerang Nurdin Halid (NH) yang secara hirarki jauh di atas Rudal. 

Komentar