Hari Tanpa Tembakau Sedunia, The Union Advokasi Masyarakat Tak Isap Rokok

FOTO: ISTIMEWA

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Menuju Hari Tanpa Tembakau Sedunia pada hari Minggu (31/5/2020), kepada publik The Union mengadvokasi pelarangan penjualan rokok elektrik dan produk tembakau yang dipanaskan (HTPs) di Negara Berpenghasilan Rendah dan Menengah (LMICs), yang merupakan rumah bagi lebih dari 80 persen perokok dunia.

Dukungan The Union terhadap pelarangan ini didasarkan pada rilis kertas posisinya yang terbaru. Kertas posisi milik The Union dirilis karena tema Hari Tanpa Tembakau Sedunia menyorot industri rokok yang menargetkan anak-anak muda sebagai generasi baru untuk mengonsumsi rokok dan produk tembakau baru dan tantangan bagi sistem kesehatan di Negara Berpenghasilan Rendah dan Menengah akan semakin tambah berat karena pandemi COVID-19.

Kerta Posisi tersebut menganalisis bukti ilmiah yang merekam dampak kesehatan dari produk nikotin baru dan peringatan yang dibutuhkan pemerintah untuk lebih berhati-hati terhadap insentif komersial yang mendorong produsen produk tembakau baru untuk menarik konsumen baru dan mengembangkan pasar nikotin di negara mereka.

“Sebagian besar Negara Berpenghasilan Rendah dan Menengah masih harus berhadapan dengan epidemi rokok yang sangat serius,” ungkap Dr Gan Quan, Direktur Pengendalian Tembakau The Union pada Minggu (31/5/2020).

“Memperkenalkan produk baru dengan tingkat adiksi tinggi ke lingkungan seperti ini akan mempersulit pemerintah, menekan sistem kesehatan yang sudah terbebani, dan mengalihkan fokus dari pelaksanaan Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) dan langkah-langkah MPOWER dari Badan Kesehatan Dunia," lanjutnya.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Muhammad Nursam


Comment

Loading...