IGI Dukung Presiden Tunda New Normal di Dunia Pendidikan

Ilustrasi siswa SD. (Dery Ridwansyah/Jawa Pos)

FAJAR.CO.ID — Melalui Menko PMK, Muhadjir Effendi, Presiden Jokowi menyampaikan bahwa pihaknya tidak ingin penerapan new normal di sekolah diterapkan secara grasa-grusu.

Menurut Menko PMK, untuk pengurangan pembatasan di sektor pendidikan akan digodok dulu sematang mungkin. Jadi, Presiden mewanti-wanti untuk tidak grasa-grusu untuk penerapan new normal. Di sekolah masih sangat berisiko jika dilakukan dalam waktu dekat, protokol keselamatan di sekolah berbeda kondisinya dengan sektor umum lainnya terlebih yang dihadapi adalah anak-anak.

Terkait hal tersebut, Ikatan Guru Indonesia (IGI) sangat mendukung Presdien Jokowi untuk menunda new normal di Dunia Pendidikan dan meminta Mendikbud Nadiem Makarim sesegera mungkin menyampaikan hal tersebut secara terbuka mengingat begitu banyak Disdik saat ini yang sudah bersiap-siap menjalankan pembelajaran tatap muka mulai 13 Juli 2020.

“IGI tetap menolak adanya keinginan banyak pihak mendorong pembelajaran tatap muka meski pun dengan protokol kesehatan yang ketat, termasuk memperpendek waktu belajar menjadi hanya 4 jam tanpa istirahat,” kata Ketua Umum IGI, Muh Ramli Rahim, melalui pesan tertulis yang dikirim ke fajar.co.id, Minggu (31/5/2020).

IGI sangat yakin, sekolah yang saat ini digawangi oleh sekitar 60% guru Non PNS dengan mayoritas pendapatan hanya Rp250.000/bulan tak akan sanggup menjalankan protokol kesehatan secara ketat bagi anak. Mulai dari masuk pagar sekolah hingga menanggalkan pagar sekolah, ini belum termasuk protokol kesehatan diantar sekolah dan rumah.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...