Insentif Tenaga Medis Terhambat, Syarief Hasan Soroti Birokrasi

Minggu, 31 Mei 2020 17:55

Wakil Ketua MPR Syariefuddin Hasan -- jawa pos

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Wakil Ketua MPR Syariefuddin Hasan mendesak pemerintah untuk mempercepat realisasi insentif bagi tenaga kesehatan yang menangani langsung pasien Covid-19. Selama hampir tiga bulan virus Corona ini mewabah di Indonesia, tenaga medis menjadi garda terdepan dalam penanganan pasien Covid-19.

“Pemerintah perlu mempercepat insentif kepada tenaga medis yang menangani pasien Covid-19 sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan kepada tenaga medis sebagai garda terdepan,” kata Syarief Hasan dalam keterangannya, Minggu (31/5/2020).

Ketika meresmikan RS Darurat Covid-19 di Wisma Atlet Kemayoran pada 23 Maret 2020, Presiden Joko Widodo sudah menyampaikan tenaga medis yang menangani pasien Covid-19 akan mendapatkan insentif dari pemerintah.

Secara rinci insentif itu untuk para dokter spesialis mendapat insentif sebesar Rp15 juta, dokter umum dan dokter gigi diberikan insentif Rp10 juta, bidan dan perawat mendapatkan insentif Rp 7,5 juta, dan insentif untuk tenaga medis lainnya sebesar Rp 5 juta.

Namun, sampai hari ini, para tenaga kesehatan itu belum kunjung menerima insentif dari pemerintah. Menteri Keuangan membenarkan insentif belum diberikan karena masih menunggu data tenaga kesehatan dari daerah-daerah untuk selanjutkan akan diverifikasi kembali.

Padahal, melalui Perppu No. 1 Tahun 2020, pemerintah telah menambah belanja dan pembiayaan APBN 2020 sebesar Rp 405,1 triliun untuk penanganan pandemi Covid-19. Seharusnya pemerintah mendahulukan anggaran untuk kesehatan termasuk di dalamnya insentif untuk tenaga kesehatan.

Bagikan berita ini:
4
4
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar