Petani Abdul Hakim Ingin Permintaan Ini Sampai ke Telinga Mentan Syahrul

  • Bagikan

“Biasanya kemarau itu mulai sekitar bulan Oktober sampai Januari. Di bulan itu kami mulai kesulitan air,” tambah Hakim.

Meski Mentan Syahrul telah pergi usai melakukan peninjauan, dia masih berharap banyak ada orang yang bisa meneruskan permintaannya untuk segera sampai ke telinga SYL.

Namun selama pandemi Covid-19 ini, Hakim mengaku tidak berdampak pada ladang sayur-mayurnya itu. Justru hasil panen yang biasa ia dapat, bisa dijual ke pasar. Tak ada yang dikhawatirkan di tengah pandemi ini.

“Kami di sini santai menjadi petani karena pekerjaan kami ini tidak ada pengaruhnya selama wabah Covid-19 ini sedang mewabah,” katanya.

Sebelumnya, SYL juga mengatakan pandemi Covid-19 melanda, kata dia, sektor pertanian tidak goyah sedikit pun.

“Dalam kondisi Covid-19 dan krisis apa saja, selama ini pertanian jadi jawaban. Makanya, mari kita sama-sama galakkan pertanian. Tak perlu lahan besar. Di lahan keluarga atau di sekitar kita sangat penting,” kata Syahrul di depan ratusan warga Desa Borong Pala’la. (ishak/fajar)

  • Bagikan