Protes Antirasial di AS Makin Meluas

Minggu, 31 Mei 2020 09:41
Protes Antirasial di AS Makin Meluas

Konfrontasi antara pengunjuk rasa dan polisi di Flatbush, Brooklyn, pada hari Sabtu, 30 Mei 2020. (Foto: Chang W. Lee / The New York Times)

Freeman mengatakan, tiga polisi lainnya yang diinvestigasi, dan mungkin juga akan menerima tuntutan pasal tertentu. Chauvin dan tiga rekannya sudah dipecat dari jajaran Kepolisian Minneapolis pada Selasa kemarin usai video yang memperlihatkan Floyd ditindih di bagian leher muncul satu hari sebelumnya.

Sementara itu, menyusul aksi protes yang berujung anarkis serta penjarahan dan perusakan ratusan toko, serta pembakaran kantor polisi, ratusan tentara AS dikerahkan ke jalan-jalan Minneapolis dan St Paul, Negara Bagian Minnesota.

Presiden Donald Trump mengecam, para pejabat daerah sambil menyebut para demonstran sebagai “preman”. Dia juga mengancam, akan melakukan tindakan keras terhadap para pelaku aksi anarkistis.

“Preman-preman ini tidak menghormati George Floyd, dan aku tidak akan membiarkan itu terjadi,” cuit Trump lewat akun Twitter-nya.

“Saya baru saja berbicara dengan Gubernur (Minnesota) Tim Walz dan mengatakan kepadanya bahwa militer mendampinginya sepanjang jalan. Setiap kesulitan dan kami akan mengambil kendali, tetapi ketika penjarahan dimulai, penembakan dimulai,” sambungnya.

Bagikan berita ini:
4
9
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar