Protes Antirasial di AS Makin Meluas

Minggu, 31 Mei 2020 09:41
Belum ada gambar

Konfrontasi antara pengunjuk rasa dan polisi di Flatbush, Brooklyn, pada hari Sabtu, 30 Mei 2020. (Foto: Chang W. Lee /...

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Demonstrasi mengecam kematian George Floyd meluas ke seantero Amerika Serikat. Dalam aksi protes besar itu, Minneapolis sebagai episentrum dari masa aksi.

Dilansir dari Guardian, Sabtu (30/5), aksi protes terjadi di sejumlah wilayah lain, termasuk New York, Washington, Atlanta, Houston, Portland dan lainnya sepanjang Jumat (29/5).

Di Brooklyn, demonstran bentrok dengan aparat keamanan. Sebagian warga melemparkan botol air ke petugas, yang kemudian dibalas dengan granat asap.

Polisi menahan beberapa orang yang dianggap sebagai provokator. Sebagian pengunjuk rasa yang merupakan etnis kulit hitam meminta warga kulit putih untuk membentuk barikade agar dapat menahan terjangan polisi.

Kericuhan juga terjadi di sekitar gedung kantor berita CNN di Atlanta. Seorang pedemo terlihat membakar sebuah mobil polisi di sekitar gedung tersebut. Seperti di Brooklyn, aparat juga menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa.

Ratusan pedemo juga berunjuk rasa di taman Civic Center Park di Denver, Colorado. Mereka meneriakkan slogan dukungan untuk keluarga Floyd dan mengecam keras tindakan brutal polisi terhadap orang kulit hitam di AS.

Spanduk bertuliskan “saya tidak bisa bernapas” (kata-kata Floyd saat ditindih polisi bernama Derek Chauvin)

Aksi protes juga bermunculan di Kansas City, Missouri, Louisville, Kentucky, New York City, Manhattan, dan beberapa kota lainnya.

Sementara di Minneapolis dan St. Paul, atau disebut juga dengan “Twin Cities,” unjuk rasa berujung kerusuhan dan juga penjarahan. Sebagian pedemo membakar sejumlah gedung dan kendaraan, sebagian lainnya menjarah berbagai toko.

Minneapolis memberlakukan jam malam, namun para pengunjuk rasa menentang aturan tersebut dan tetap berkeliaran di jalanan.

Chauvin telah dijerat satu pasal pembunuhan tingkat tiga dan satu pasal kelalaian berujung kematian. “Kasus ini sudah siap dilanjutkan, dan kami telah melayangkan tuntutan,” ucap jaksa Minneapolis Mike Freeman.

Keluarga Floyd yang sudah berbicara dengan Presiden AS Donald Trump menyambut baik berita penangkapan Chauvin dan tiga rekannya sebagai.

Menurutnya, ini sebuah langkah menuju keadilan. Namun, pihak keluarga berharap empat polisi yang terlibat dalam kematian Floyd mendapat hukuman lebih keras.

Freeman mengatakan, tiga polisi lainnya yang diinvestigasi, dan mungkin juga akan menerima tuntutan pasal tertentu. Chauvin dan tiga rekannya sudah dipecat dari jajaran Kepolisian Minneapolis pada Selasa kemarin usai video yang memperlihatkan Floyd ditindih di bagian leher muncul satu hari sebelumnya.

Sementara itu, menyusul aksi protes yang berujung anarkis serta penjarahan dan perusakan ratusan toko, serta pembakaran kantor polisi, ratusan tentara AS dikerahkan ke jalan-jalan Minneapolis dan St Paul, Negara Bagian Minnesota.

Presiden Donald Trump mengecam, para pejabat daerah sambil menyebut para demonstran sebagai “preman”. Dia juga mengancam, akan melakukan tindakan keras terhadap para pelaku aksi anarkistis.

“Preman-preman ini tidak menghormati George Floyd, dan aku tidak akan membiarkan itu terjadi,” cuit Trump lewat akun Twitter-nya.

“Saya baru saja berbicara dengan Gubernur (Minnesota) Tim Walz dan mengatakan kepadanya bahwa militer mendampinginya sepanjang jalan. Setiap kesulitan dan kami akan mengambil kendali, tetapi ketika penjarahan dimulai, penembakan dimulai,” sambungnya.

Sebelumnya, publik Amerika Serikat digegerkan dengan tewasnya pria kulit hitam bernama George Floyd oleh petugas Departemen Kepolisian Minneapolis, Senin lalu.

Kala itu, pria keturunan Afrika-Amerika itu diborgol di tanah dan ditahan oleh polisi Minneapolis. Floyd tewas setelah seorang polisi menindih lehernya dengan lutut selama lebih dari lima menit.

Videonya beredar di media sosial memicu kemarahan rakyat di penjuru kota, apalagi insiden ini berlatar belakang rasial. Demonstrasi pun pecah di Minneapolis, hingga berjung perusakan dan penjarahan. Aksi serupa terjadi di kota besar lainnya seperti Los Angeles dan Memphis. (der/fin)

Bagikan berita ini:
8
3
6
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar