Teror dan Intimidasi Mahasiswa UGM, Polri Siap Lakukan Pengusutan

Minggu, 31 Mei 2020 17:41

Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Argo Yuwono. (Sabik Aji Taufan/ JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Polri menyatakan siap turun tangan dalam kasus dugaan teror dan intimidasi kepada mahasiswa panitia diskusi Constitutional Law Society (CLS) Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) Jogjakarta. Polri menegaskan siap melakukan penegakkan hukum dalam perkara tersebut.

“Polri siap mengusut teror yang dialami oleh Mahasiswa UGM yang menjadi panitia diskusi apabila ada yang dirugikan,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono kepada wartawan, Minggu (31/5).

Kendati demikian, sampai saat ini belum ada laporan yang diterima polri untuk kasus tersebut. Namun, Korps Bhayangkara sudah mulai melakukan penyelidikan untuk mencari kebenaran adanya aksi teror tersebut.

Sebelumnya, sejumlah mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada Jogjakarta selaku penyelenggara diskusi publik bertajuk ‘Persoalan Pemecatan Presiden Di Tengah Pandemi Ditinjau dari Sistem Ketatanegaraan’ dikabarkan mendapat intimidasi dan peretasan akun Whatsapp. Selain itu, Guru Besar Hukum Tata Negara UII Nimatul Huda yang diundang sebagai narasumber juga mendapat perlakuan sama.

Kabar ini dibenarkan oleh Direktur Advokasi Pusat Kajian Antikorupsi (PUKAT) UGM, Oce Madril. “Iya betul,” kata dia kepada JawaPos.com, Jumat (29/5).

Sementara itu, Staf Divisi Investigasi Indonesia Corruption Watch (ICW) Wana Alamsyah mengecam adanya intimidasi ini. Dia mendesak agar Polri segera melindungi warganya yang mendapat teror dan ancaman.

Menurutnya, konstitusi Indonesia menjamin hak setiap orang untuk berpendapat dan berkomunikasi serta menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia. “Pemberangusan hak ini adalah pembangkangan terhadap konstitusi,” ucapnya. (jpc/fajar)

Komentar