Pernikahan Dini Marak, Kemenag Sulsel: itu di Bawah Tangan

Senin, 1 Juni 2020 11:58

Ilustrasi pernikahan-- pixabay

FAJAR CO.ID,MAKASSAR– Maraknya pernikahan di bawah umur atau pernikahan dini menjadi perhatian khusus bagi orang tua yang harus melakukan penjagaan ketat terlebih di zaman modern saat ini.

Meskipun di Indonesia khususnya Sulawesi Selatan masih marak pernikahan nikah siri, Kantor Urusan Agama (KUA) menekankan tidak mencatat dan mendata pernikahan di bawah tangan.

Kabid Urusan Agama Islam (Urais) Kemenag Sulsel, H Nasir mengungkapkan pihaknya tidak berani menikahkan anak di bawah umur kecuali adanya dispensasi dari Pengadilan Agama.

“Pihak KUA tidak 1 pun yang berani nikahkan anak di bawah umur kecuali ada dispensasi dari Pengadilan Agama walaupun mungkin ada itu hanya nikah di bawah tangan dan tidak tercatat di KUA,” ucapnya pada Senin (1/6/2020).

Diketahui kebiasan menikah sejak dini di Sulsel khususnya Suku Bugis Makassar memang kerap terjadi karena adat. Namun, tetap saja pernikahan usia dini tidak diharuskan karena tidak ada adat yang mengatur, terlebih melanggar undang-undang.

Sementara itu berdasarkan UU No 1 tahun 1974 pasal 7 menyebutkan perkawinan hanya diizinkan jika pihak pria sudah mencapai umur 19 tahun dan pihak wanita sudah mencapai umur 16 tahun. Kini dengan adanya revisi UU itu, baik pria maupun wanita batas usia pernikahan adalah 19 tahun. (anti/fajar)

Bagikan berita ini:
6
7
9
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar