Polisi Chauvin Kenal George Floyd, Dinilai Pembunuhan Berencana

Benjamin Crump, pengacara keluarga George Floyd. Crump mengatakan bahwa kematian Floyd merupakan pembunuhan berencana. Floyd dan Chauvin disebutnya sudah saling mengenal (BBC)

FAJAR.CO.ID– Pengacara untuk keluarga George Floyd, Benjamin Crump menuduh perwira polisi Derek Chauvin melakukan pembunuhan berencana terhadap Floyd.

Chauvin, polisi Minneapolis, telah didakwa dengan pembunuhan tingkat tiga. Akan tetapi, Benjamin Crump mengatakan bahwa itu adalah kasus pembunuhan tingkat pertama.

“Kami pikir dia punya niat, karena hampir sembilan menit dia menekan lututnya di leher seorang pria yang mengemis dan memohon untuk bernapas,” sebut Crump kepada CBS, Senin (1/6).

Baca juga: Sahabat dan Pemilik Toko Sebut Kematian George Floyd Tak Masuk Akal

Akibat kematian George Floyd, kerusuhan dan penjarahan terjadi karena kemarahan demonstran. Beberapa kota di Amerika Serikat (AS) memberlakukan jam malam seperti dilansir dari BBC, Senin (1/6).

Kasus Floyd di Minneapolis telah menyalakan kembali kemarahan AS terkait pembunuhan polisi terhadap warga kulit hitam di sana. Kasus serupa sebelumnya pernah terjadi yang melibatkan Michael Brown di Ferguson, Eric Garner di New York dan lainnya yang telah mendorong gerakan Black Lives Matter.

Seperti diketahui, dalam rekaman video, polisi Chauvin, 44, menekan leher Floyd bagian belakang dengan lutut selama beberapa menit pada Senin (25/5) lalu. Floyd, 46, berulang kali mengatakan bahwa dia tidak dapat bernapas.

“Kenyataan bahwa petugas Chauvin berlutut di lehernya selama hampir tiga menit setelah dia tidak sadarkan diri. Kami tidak mengerti bagaimana semua petugas ini belum ditangkap,” kata pengacara Crump.

Komentar

Loading...